Jaga Masa Depan Jabar dengan Empat Kriteria Manusia Unggul

Gubernur Subling Di Kota Tasikmalaya

139
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan kegiatan Subuh Berjamaah Keliling (Subling) di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (29/12/19). (Foto: Yana/Humas Jabar)
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, terdapat empat kriteria manusia unggul yang diharapkan bisa menjadi generasi masa depan Jabar.
TASIKMALAYA, Jabar IndeksNews | Keempat kriteria itu yakni memiliki Physical Quotient (PQ), Spiritual Quotient (SQ), Emotional Quotient (EQ), dan Intelligence Quotient (IQ).
“Mudah-mudahan anak-anak Kota Tasik dan Jawa Barat pada umumnya memiliki ciri empat ini,” kata Emil saat melaksanakan Subuh Berjamaah Keliling (Subling) di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (29/12/19).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan kegiatan Subuh Berjamaah Keliling (Subling) di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (29/12/19). (Foto: Yana/Humas Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan kegiatan Subuh Berjamaah Keliling (Subling) di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (29/12/19). (Foto: Yana/Humas Jabar)
Adapun PQ artinya memiliki fisik yang baik. Salah satu masalah kesehatan yang bisa menghambat tumbuh kembang PQ adalah stunting atau gagal tumbuh. Emil menyebut, angka stunting di Jabar masih ada di kisaran 20-an persen.
Oleh karena itu, Emil mengatakan bahwa ada sebuah inovasi untuk meningkatkan gizi anak-anak di Jabar, yaitu melalui asupan beras bervitamin yang digagas BULOG. Rencananya, tahun depan beras bervitamin ini akan dibagikan.
“Stunting ini sejak dalam kandungan. Jadi, para ibu hamil ini pastikan gizinya baik, ada inovasi dari Bulog. Ada beras khusus dari Bulog lagi dipatenkan,” tutur Emil.
“Jadi si berasnya itu ditabur vitamin, oleh beras bervitamin ini (salah satunya) bisa melawan stunting. Nah, ini akan saya beli di 2020 nanti dibagikan,” ujarnya.
Kemudian SQ merupakan kecerdasan jiwa yang bisa dilakukan salah satunya melalui kegiatan peribadahan atau keagamaan.
“Ahli ibadah ini penting, misalnya rajin ke masjid. Karena ciri kebangkitan Islam itu kalau Sholat Subuh seramai Sholat Jumat. Kalau belum, jangan mengklaim Islam itu bangkit,” kata Emil.
“Ini kata ulama di Palestina bukan kata saya. Cirinya itu yang disebut Islam bangkit. Maka di Turki, shubuh berjamaahnya sudah luar biasa, girohnya itu hebat dan luar biasa, perlu ditiru. Maka ini (Subuh Berjamaah) harus dikampanyekan,” imbaunya.
Sementara EQ, artinya generasi unggul Jawa Barat memiliki akhlaq atau perilaku yang baik. “Karena kadang-kadang antara rajin ibadah dengan muamalah itu tidak sama,” ucap Emil.
Lalu generasi unggul Jawa Barat juga diharapkan memiliki IQ yang baik. Namun, Emil berharap IQ saja tidak cukup, sehingga harus diimbangi dengan EQ, SQ, dan PQ. “Jangan sampai IQ pintar, tapi tidak rajin ibadah atau akhlaknya tidak baik,” tuturnya.
Dalam Subling kali ini, Emil pun menuturkan bahwa Indonesia akan bisa menjadi negara adidaya di 2045. Namun, dengan satu syarat yaitu persatuan dan kesatuan bangsa yang terus terjaga serta kemampuan bangsa ini dalam mengelola sistem politik yang ada.

Jaga Masa Depan Jabar dengan Empat Kriteria Manusia Unggul 1

“Rencana negara adidaya ini hanya bisa digagalkan oleh satu, yaitu perpecahan di antara kita. Di Indonesia itu yang membuat perpecahan bukan uang atau ilmu tapi urusan perpolitikan,” kata Emil.
“Makanya saya titip juga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah, ukhuwah Insaniyah dijaga. Lihat negara-negara yang hancur hari ini tidak ada lagi nikmat berbangsa dan bernegara, kita jaga anak generasi kita dengan empat nilai manusia unggul Jawa Barat tadi,” tutupnya.
Turut hadir mendampingi gubernur adalah Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan, Kepala Biro Yanbangsos Setda Provinsi Jabar Ida Wahida Hidayati, unsur FKPD Kota Tasikmalaya, serta para ulama Tasikmalaya.***
BACA JUGA:  Jabatan Merupakan Persimpangan Kehormatan Kehinaan dan Jalan Kemuliaan
Loading...
loading...