Ade Yasin Bantah Menutupi Data Sebaran Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor

197
Ade Yasin
Bupati Bogor, Ade Yasin, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menutupi sebaran kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayahnya dalam kurun waktu tiga pekan ini.

Diakui Ade Yasin, meskipun secara rasio dengan jumlah penduduk di wilayahnya hampir 6 juta jiwa ditambah letak geografis bersebelahan dengan DKI Jakarta, di kabupaten ini hanya terdapat 20 kasus positif Corona per Sabtu (04/04/2020) kemaren.

Sedangkan menurut Ade Yasin, angka kematian atau mortality death Covid-19 di Kabupaten Bogor juga hanya lima kasus dengan rincian tiga berstatus terkonfirmasi positif dan dua kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Begini kalau yang kita laporkan positif itu tidak kita sembunyikan, kita harus terbuka karena kerja sama dengan Dinkes,” ungkap Ade Yasin di sela-sela sosialis RW Siaga Corona kepada pengguna jalur Puncak di Pos Polisi VVIP 2B Gadog, Kabupaten Bogor.

Loading...

ODP berubah-ubah datanya kata Ade karena setiap orang yang masuk (ke Bogor) jadi ODP walau dari Jakarta. Begitu juga, PDP itu pasien yang dirawat di RS. Kemudian, ketika di rapid test itu juga yang baru diindikasikan Covid-19 ternyata hasilnya tidak.

Ade mengatakan, ada pasien berstatus PDP yang meninggal namun tak dicantumkan dalam laporan hasil monitoring tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, lantaran belum terkonfirmasi positif.

”Iya seperti yang meninggal kemarin (tiga PDP di RSUD Leuwiliang) itu statusnya PDP dan belum terindikasi corona jadi tidak dimasukan ke data positif. Kalau positif baru hitungannya kita laporkan dari Kabupaten Bogor ke Jawa Barat kemudian dari Jawa Barat ke nasional,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pt. Properti Swakarsa Tama Kembangkan Taman Land di Margaasih Cicalengka
loading...