Agus Yasmin : Usut Tuntas Kasus Pungli Kabid SMP Disdik Kab.Bandung

DADANG M NASER; LIHAT DULU SEJAUHMANA KESALAHAN KABID

755
Agus Yasmin Ketua DPD Partai Nasdem kabupaten Bandung. (Andi Rohendi)

Table of Contents

Elit Politik Kabupaten Bandung meminta Kasus dugaan pungutan liar (pungli) Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung diusut tuntas, sementara itu Bupati Bandung akan melihat sejauh mana kesalahan pejabatnya.
BANDUNG, Jabar.IndeksNews | Setelah sebelumnya Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Maulana Fahmi menyoroti Kasus tersebut, kini elit politik serta bupati kabupaten bandung mulai angkat bicara.
Agus Yasmin, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Bandung, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan pungutan liar (pungli) oleh Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Kabupaten Bandung.
BACA: HMS, Kabid SMP Disdik Kab. Bandung Terciduk OTT Saber Pungli Jabar
Menurutnya, yang diduga tersangka telah menyalahgunakan kedekatan karena ia merupakan orang kepercayaan penguasa. Maka dia berani melakukan hal tersebut.
“Keberanian tersangka ini karena merasa dekat dengan kekuasan, ia orang kepercayaan penguasa, nah kedekatan inilah yang disalah gunakan oleh tersangka,” ungkap Agus melalui ponselnya, Senin (7/1).
Agus Yasmin : Usut Tuntas Kasus Pungli Kabid SMP Disdik Kab.Bandung 1
Ilustrasi
Agus berpesan kepada pejabat yang merasa dekat dengan penguasa dan pejabat lainnya agar kejadian ini dijadikan pelajaran.
“Ini harus jadi pelajaran berharga bagi para pejabat dan penguasa agar berhati hati dan tidak menyalahgunakan kepercayaan dan kedekatan dengan kekuasaan,” kata Agus.
BACA Barang Bukti dugaan Pungli HMS, Kepala Bidang SMP Disdik Kab. Bandung Uang dalam Plastik
Dicurigai Agus, perbuatan Maman ini juga bukan kali pertama. Bisa saja sudah lama dan terus terus menerus. Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Pertama, perbuatan ini pastinya tidak dilakukan oleh seorang diri, ada kekuatan atau atasan tersangka yang melindungi,” katanya.
Ia mengimbau kepada pihak pihak yang merasa pernah dimintai sejumlah uang atas imbalan atau komitmen fee, sebaiknya melaporkan pada penegak hukum.
“Kedua, patut diduga perbuatan tersangka ini sudah dilakukan sejak lama, penegak hukum harus mendalami kasus ini serta menelusuri semua harta kekekayaan yang bersangkutan, apakah sesuai tidak nilainya dengan yang sudah dilaporkan ke KPK,” ujarnya.
Sementara itu dilansir inilahkoran.com, Bupati Bandung Dadang M Naser, mengaku baru mengetahui adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap  Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung minggu malam.
Kendati, OTT dilakukan pada Jumat 3 Januari 2020, dan langsung menyebar di media online.
“Saya baru tahu informasinya minggu malam, dan saya sangat prihatin sekali,” kata  Dadang di Rumah Dinasnya, Senin (7/1) dilansir inilahkoran.com
Tim Satgas Saber Pungli tidak akan bergerak tanpa ada informasi, kata Dadang.
Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi kepada Tim Satgas Saber Pungli yang telah menindaklanjuti informasi tersebut.
“Salut dan saya apresiasi langkah dari Saber Pungli yang telah menindaklanjuti informasi itu. Namun, kami akan melihat sampai sejauh mana kesalahan Kabid Disdik itu,” ujarnya.
Dadang menegaskan jika Pemkab Bandung tidak akan memberikan bantuan hukum kepada pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung yang terkena OTT.
Hanya saja, Pemkab Bandung akan melakukan koordinasi terkait kasus tersebut.
“Ini, kan masih asas praduga tak bersalah. Sampai mana nanti kesalahannya. Kalau nanti hasil sidang menyatakan yang bersangkutan bersalah, ya pasti dipecat,” katanya.
Sementara waktu, untuk mengisi kekosongan pimpinan Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, ia menginstruksikan  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung yang turun tangan.***
BACA: OTT Pungli Kabid SMP Komisi D Apresiasi Langkah Polisi
loading...