Anggaran Kampanye Pilkada Cianjur Terbesar se-Indonesia

110
Anggaran
FOTO : Sekretariat KPU Cianjur, Jawa Barat
CIANJUR, jawabarat.indeksnews.com,
-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan anggaran kampanye bagi masing-masing Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, kisaran sebesar Rp 110 miliar.

Nilai besaran batas maksimal dana/anggaran kampanye yang sudah ditetapkan untuk para paslon, membuat Kabupaten Cianjur jadi daerah dengan batas dana kampanye terbesar se-Indonesia di Pilkada serentak 09 Desember 2020.

“Batas maksimal dana kampanye tersebut sebenarnya susah ditetapkan sejak akhir September 2020. Penetapan tersebut disampaikan pihak KPU RI ketika rapat koordinasi dengan KPU Jabar,” ujar Ketua Bidang Hukum dan Pengawasan KPU Cianjur, Hilman Wahyudi, Sabtu (10/10/20).

Kabupaten Cianjur dinilai menjadi daerah terbesar yang menetapkan batas dana kampanye se-Indonesia. Ternyata, bukan hanya pada Pilbup atau Pilwalkot. Dibanding dengan Pilgub di daerah lain, Kabupaten Cianjur masih digrafis paling terbesar dibandingkan Kabupaten/Kota lain.

“Besar angka dana kampanye itu telah sesuai dengan rumus perhitungan dari KPU, malah KPU Cianjur diapresiasi oleh pusat, dinilai paling selaras dengan poin-poin dan rumus yang ada,” jelas Hilman Wahyudi.

Hilman menuturkan, besaran angka kampanye untuk masing-masing Paslon tersebut, lebih besar tiga kali lipat dibandingkan dengan Pilbup Cianjur di tahun 2015, di angka Rp 36 miliar.

“Ada beberapa poin yang membuat nilai batas maksimal dana kampanye menjadi besar. Seperti metode dan adanya materi untuk kampanye di tengah Pandemi Covid-19. Hal itu yang membuat angkanya menjadi naik,” tutur Hilman.

Untuk memastikan penyesuaian dana kampanye tersebut, KPU Cianjur sebelumnya memerintahkan setiap Paslon untuk melaporkan dana kampanye yang masuk dan yang telah digunakan dan laporan awal sudah ditempuh semua paslon.

“Akhir Oktober yang akan datang, masing-masing paslon harus menyampaikan sumbangan dana kampanye dan di akhir nanti ada laporan dana yang masuk dan digunakan. Kami akan terus pantau untuk memastikan semuanya sesuai aturan,” tandas Hilman.