Badan POM Ungkap Kasus Kosmetik Ilegal Bernilai Miliaran di Jakarta dan Jabar

59
Badan POM
Foto Ilustrasi Badan POM ungkap kasus kosmetik Ilegal bernilai miliaran rupiah yang beredar di DKI Jakarta dan Jabar.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Badan POM melalui Balai Besar POM di Jakarta bersama Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Metro Jaya, berhasil mengungkap kasus kosmetik ilegal beromset puluhan miliar.

Informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus kosmetik ilegal yang beredar di wilayah DKI Jakarta hingga luar kota. Tak tanggung-tanggung Badan POM berhasil mengamankan kosmetik ilegal bernilai Rp 10 miliar di dua tempat berbeda, diantranya di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

Temuan maraknya kosmetik ilegal berhasil diungkap, bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa terdapat rumah / ruko, difungsikan sebagai gudang untuk menyimpan hingga mendistribusikan kosmetik ilegal.

Berdasarkan informasi tersebut, kemudian Tim Badan POM bersama PPNS Polda Metro Jaya melakukan pendalaman dan penelusuran selama kurang lebih 1-2 bulan di 2020. Alhasil, penelusuran membuahakan hasil, dimana ditemukan produk kosmetik impor ilegal di sebuah rumah/toko di dua wilayah Jakarta Utara dan Selatan.

“Dari hasil temuan didominasi oleh kosmetik impor ilegal berupa produk perawatan kulit / wajah sebagai pencerah/glowing. Mayoritas produk berasal dari Tiongkok dan Korea,” ujar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, Rabu (23/12/20).

Untuk sementara, Penny mengungkapkan modus operandi para sindikat peredaran kosmetik ilegal dilakukan tersangka adalah, dengan mengedarkan kosmetik impor ilegal secara online melalui platform e-commerce, serta mendistribusikan produk tersebut melalui jasa transportasi online dan ekspedisi.

“Modus operandi pendistribusian dengan cara online melalui platform e-commerce,” ungkap Penny.

Lebih lanjut Kepala Badan POM menyampaikan, seperti halnya penindakan dan temuan di Penjaringan Jakarta Utara, Kamis (05/12/20) lalu, dilakukan dengan sarana penjualan online. Sebuah bangunan ruko difungsikan sebagai gudang untuk menimbun kosmetik ilegal bernilai miliaran rupiah.

BACA JUGA:  Mahfud MD Ungkap 5 Nama Calon Kapolri Yang Sudah Disetorkan ke Presiden Jokowi

“Di Penjaringan Jakarta Utara, kami temuan barang bukti berupa 14 jenis atau 27.299 pieces kosmetik dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai Rp 4.4 miliar, cukup fantastis,” kata Penny.

Sebelumnya Penny mengungkapkan kembali, penindakan di wilayah Jalan Bangka, Jakarta Selatan, juga dilakukan dengan cara sarana penjualan online, dengan tiga lokasi yakni rumah yang difungsikan sebagai kantor dan gudang tempat penyimpanan kosmetik impor ilegal pada Kamis (26/11/20) bulan lalu.

“Dari hasil pendalaman jaringan di Jalan Bangka diketahui mengelola menggunakan bisnis ilegalnya dengan cara online, 5 akun toko online jadi barang bukti. Nilai temuan barang bukti berupa 26 jenis atau 188.395 pieces kosmetik dengan nilai keekonomian mencapai Rp 5.8 miliar,” papar dia.

Dari hasil pemeriksaan saksi dan ahli, PPNS BBPOM di Jakarta telah menetapkan satu tersangka dalam perkara di Penjaringan Jakarta Utara. Sedangkan untuk perkara di Jalan Bangka, Jakarta Selatan masih dalam proses pengembangan untuk menetapkan tersangka utama.

“Baru ini, PPNS Badan POM bersama Korwas PPNS Mabes Polri juga berhasil mengungkap perkara pidana distribusi kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya di wilayah Rawalumbu Bekasi, Kamis (10/12/20). Modus operandi penjualan secara online dan menggunakan jasa pengiriman. Nilai keekonomian temuan mencapai mencapai Rp 800 juta rupiah,” beber Kepala Badan POM.

Dalam penindakan dan pengungkapan tersebut, dilakukan di sarana online dengan akun inisial DS, kosmetik ilegal disimpan di gudang bangunan ruko. Barang bukti yang disita berupa 22 jenis kosmetik atau 21.516 pieces, 1 buah laptop, 1 buah kendaraan, 4 buah HP, 1 bundel dokumen, dan 10 paket kardus kosong.

“Jenis kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya yang ditemukan di lapangan, didominasi oleh produk perawatan kulit/wajah sebagai pencerah/glowing (Kosmetik HN, Krim Malam, Krim Pagi) yang dipastikan mengandung bahan berbahaya merkuri dan tidak memiliki izin edar,” selorohnya.

BACA JUGA:  Kemenag Petakan Potensi Sengketa Aset Wakaf, Imbas Banyak Kisruh Aset Wakaf

Dari hasil pengungkapan atau temuan di Jakarta dan Jawa Barat, pihaknya memastikan para tersangka akan diproses dengan dugaan pelanggaran Pasal 197 Jo. Pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan / mendistribusikan produk sediaan farmasi jenis kosmetik tanpa izin edar/notifikasi atau ilegal dipidana dengan ancaman hukuman pidana kurungan penjara paling lama 15 tahun dan denda subsider paling banyak Rp 1.5 miliar.**