Belajar Daring Ditengah Pandemi, Pelajar di Sukabumi Sambil Menghisap Asap Pabrik

58
Belajar
Foto Dokumentasi : Aktivitas pabrik kapur di Kecamatan Jampang Tengah, yang mengeluarkan asap tebal.
SUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com -Bertahun-tahun sebelum adanya Pandemi Covid-19, pembelajaran berubah ke Belajar Daring (Online). Ratusan pelajar Sekolah Dasar, Menengah Pertama hingga Atas/Kejuruan baik dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Madrasyah Diniyah hingga Aliyah, diwilayah Desa Bojonglopang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, diselimuti ancaman polusi.

Informasi yang dihimpun, ratusan pelajar di wilayah Kecamatan Jampang Tengah, diselimuti kecemasan dengan terusnya aktivitas pabrik kapur di sepanjang jalan Bojonglopang Pajampangan, yang mengeluarkan polusi udara atau asap hitam dari cerobong pabrik pengolahan batu kapur.

“Kondisi polusi di sini mungkin kalo dites oleh ahlinya, kadar bahaya gumpalan asap hitam yang menyatu dengan udara, itu pasti sudah tidak perawan lagi. Ya mau bagaimana lagi, meski dipastikan berbahaya untuk saluran pernapasan masyarakat, hanya bisa bertahan ditengah ketakutan akan dampak polusi,” keluh Muhammad Asep Sunandar, warga Kampung/Desa Bojonglopang, Kecamatan Jampang Tengah, Jum’at (27/11/20).

Dengan kondisi adanya Covid-19, Lanjut Asep yang paling jadi kekawatiran sebagai orang tua, aktivitas kegiatan belajar mengajar yang pastinya akan melakukan tatap muka tidak lagi dengan oline. Berbagai wabah penyakit yang disebabkan polusi yang tercemar asap pabrik kapur. Dikawatirkan, pelajar tidak dapat belajar dengan tenang karena terganggu oleh debu yang mengotori udara, pakaian, meja, lantai, dan gedung sekolah.

Belajar
Foto Dokumentasi.

“Bisa dilihat dan dibuktikan ketika melintas di Jalan Raya Jampang Tengah, polusi udara sangat terlihat jelas, adanya kepulan asap hitam yang dikeluarkan cerobong pabrik. Ketika cek teras atau bangunan Sekolah maupun rumah warga di radius 100_500 meter, Serbuk-serbuk putih kecoklatan yang beterbangan dan menempel di lingkungan bangunan,” jelas Asep.

Dari jarak 100 meter dari pabrik pabrik pembuatan kapur, Ia memaparkan, ada sejumlah Sekolah Negeri dan Sekolah Pendidikan Islam, Puluhan bangunan rumah yang dihuni ratusan Kepala Keluarga (KK) yang harus diperhatikan dan diselamatkan dari dampak polusi.

“Dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan produksi pabrik kapur sangat buruk untuk lingkungan, jelasnya bakal menimbulkan berbagai penyakit saluran pernapasan, pencernaan dan lainya. Aplikasi saat ini muncul virus Corona, ini harus segera disikapi pemerintahan,” pinta Asep yang berprofesi sebagai Guru Honorer di salahsatu Sekolah Aliyah di Kecamatan Jampang Tengah.

Berbagai sumber dari kalangan guru maupun masyarakat, meminta responsif dari Aktivis Lingkungan, atau pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), dengan kepedulian dan sukarela untuk segera meneliti kondisi lingkungan dan dampak polusi udara oleh aktivitas pabrik-pabrik kapur tersebut.

“Untuk memeriksa atau memastikan tingkat pencemaran polusi di lingkungan sekitar Desa Bojong Lopang Jampang Tengah, polusi udara sudah sampai dimana ambang batas polusi debu, dampak untuk wilayah sekitar,” kata Ustad Ece Algifari Tokoh Ulama Sukabumi yang juga sebagai Ketua Umum DPP Gempar Sukabumi Raya.

Peranan Dinkes disini jelas sebagai tupoksi untuk menyikapi persoalan keberadaan pabrik kapur di Jampang Tengah. Hannya butuh kepastian informasi untuk memeriksa pengaruh polusi udara terhadap kesehatan lingkungan.

“Sampai sekarang, menurut saya belum ada langkah-langkah keseriusan dari pemerintah setempat maupun daerah, untuk mengambil tindakan terhadap keberlangsungan dampak buruk kepulan asap hitam dari pabrik kapur untuk masyarakat. Sepertinya tidak ada keberanian pamengku jebijakan yang berani menindak pabrik kapur yang menggunakan bahan bahan tidak ramah lingkungan,” seloroh Ustad Ece.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Harun Al Rasyid ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler untuk dimintai tanggapannya, belum ada tanggapan terkait polusi pabrik kapur di wilayah Bojong Lopang, Kecamatan Jampang Tengah.**(CR-1)