BPBD Cianjur Catat 113 Bencana Hingga Oktober 2020

66
BPBD
FOTO : Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Dedi Supriadi.
CIANJUR, jawabarat.indeksnews.com,
BPBD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat ada 113 kejadian bencana yang terjadi di Cianjur selama tahun 2020. Bahkan akibat bencana ada 5741 jiwa yang terdampak.

Data yang tercatat BPBD tersebut terhitung dari mulai bulan Januari hingga Oktober 2020. Berdasarkan data tersebut, bencana paling banyak terjadi pada bulan Maret.

Sesuai grafis yang dicatat BPBD di bulan Januari, ada 19 kejadian bencana yaitu 17 kasus tanah longsor dan angin puting beliung. Kemudian, di bulan Februari, ada 13 kasus bencana, bencana banjir atau banjir bandang, 10 kejadian tanah longsor atau pergerakan tanah, dan 2 kejadian angin puting beliung.

Kemudian, selama bulan Maret 2020 ada banyak kejadian bencana, yaitu 31 kejadian. Terdiri atas 5 kejadian banjir atau banjir bandang dan 26 kejadian tanah longsor atau pergerakan tanah. Lalu, di bulan April ada 15 kejadian bencana, terdiri atas 8 kejadian banjir atau banjir bandang, 6 kejadian tanah longsor atau pergerakan tanah, dan 1 kejadian angin puting beliung.

Selanjutnya, pada bulan Mei, ada 7 kejadian bencana, 1 kejadian banjir atau banjir bandang, 5 kejadian tanah longsor atau pergerakan tanah, dan 1 kejadian angin puting beliung. Kemudian, di bulan Juni ada 10 kejadian, terdiri atas 4 kejadian banjir atau banjir bandang, dan 6 kejadian tanah longsor atau pergerakan tanah.

Sementara pada bulan Juli hanya ada 3 kejadian yaitu 2 kejadian tanah longsor atau pergerakan tanah, dan 1 peristiwa kekeringan. Di bulan Agustus, ada 5 kejadian. Yaitu 1 kejadian banjir atau banjir bandang.

Di bulan September hanya ada 5 kejadian yaitu, 3 kejadian tanah longsor atau pergerakan tanah dan 2 kejadian banjir atau banjir bandang. Terakhir, di bulan Oktober ada 5 kejadian, 2 tanah longsor dan 3 kejadian banjir atau banjir bandang.

Akibat berbagai bencana yang terjadi di Kabupaten Cianjur selam 2020 tersebut, sebanyak 5741 jiwa terdampak, 222 jiwa mengungsi, dan 4 jiwa meninggal. Bahkan, bencana yang terjadi selama 2020 di Cianjur membuat 339 rumah rusak ringan, 34 rusak berat, dan 25 rusak berat.

Bencana yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Cianjur adalah banjir dan longsor di kecamatan Leles, Agrabinta, dan Cijati. Dalam hal ini BPBD Kabupaten Cianjur masih melakukan assesment atau pendataan dalam menangani bencana tersebut.

‘Masih terus update assesment, pembersihan puing dan pengerjaan longsoran,” tutur Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Dedi Supriadi, belum lama ini.**