Heri Gunawan : BRI Kantongi Global Bond Berbunga Rendah, Ada Apa Ya?

115
Kejutan menarik, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendapat global bond berbunga rendah yang rata-rata di bawah 02 persen.

JAKARTA. I Global bond itu di bawah global bond yang diterbitkan Pemerintah sendiri,mendapatkannya dari 13 bank asing sebesar USD 1 miliar atau Rp14,93 triliun dengan kurs Rp14.932 per dolar.

Heri Gunawan : BRI Kantongi Global Bond Berbunga Rendah, Ada Apa Ya? 1

“Pinjaman luar negeri dari 13 bank asing itu dilakukan BRI demi menambah likuiditas perusahaan untuk melakukan restrukturisasi kredit UMKM kepada nasabah yang terdampak Covid-19.” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengungkapkan, hal ini saat dimintai komentarnya, Senin (18/5/2020).

Loading...

Menariknya, tutur Heri, selisihnya cukup besar bila disandingkan dengan global bond yang diterbitkan Menteri Keuangan Sri Mulyani awal April 2020. Seperti diketahui, ada tiga jenis surat utang yang sudah diterbitkan pemerintah. Pertama, Surat Berharga Negara (SBN) Seri RI1030 dengan tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar 1,65 miliar dolar AS dengan yield global/kupon sebesar 3,9 persen.

Heri Gunawan : BRI Kantongi Global Bond Berbunga Rendah, Ada Apa Ya? 2

“Kedua, Se1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050. Nominal yang diterbitkan juga 1,65 miliar dolar AS dengan yield/kupon 4,25 persen. Dan ketiga, Seri RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar 1 miliar dolar AS dengan tingkat yield/kupon 4,5 persen. SBN yang ketiga adalah seri baru yang belum pernah diterbitkan sebelumnya,” papar Hergun sapaan akrab Legislator Partai Gerindra ini.

Kata Hergun, ini justru mempertanyakan kebijakan Menkeu dalam konteks perbandingan kedua global bond tersebut. BRI mampu mendapat bunga utang rendah.

“Bisa dibandingkan selisih bunga utang BRI dengan global bond pemerintah, sekitar 2 persen. Kalau BRI bisa dapat bunga rendah, kenapa menteri terbaik sedunia tidak bisa?” kritik Legislator dapil Jabar IV itu.

Heri Gunawan : BRI Kantongi Global Bond Berbunga Rendah, Ada Apa Ya? 3

Di sini Menkeu Sri Mulyani harusnya malu. Betapa tidak, ia mendapatkan utang dari konsorsium bank (World Bank dan ADB) dengan bunga tinggi dan syarat mencekik. Pihaknya juga mencontohkan bank himbara yang mendapatkan utang dengan tenor lima tahun, Sementara pemerintah 10 tahun. Itu artinya pemberi utang lebih percaya pada bank himbara.

“Pinjaman ini tentunya tanpa syarat, hanya syarat nya mampu membayar utang tepat waktu. Sementara pinjaman konsorsium bank itu apakah fleksibel digunakan di APBN kecuali ikut program kreditor yang dimasukkan ke APBN?,” tanya Hergun.

Masih kata Hergun, coba lihat saja proyek-proyek yang disupport oleh konsorsium bank pasti ada tulisan : Proyek ini didanai oleh, atau setidaknya ada logo menempel disana. Apa itu bukan jejak campur tangan?,Membandingkan juga harus obyektif-lah?.

Mestinya yield SBN bisa lebih murah, buktinya se-ASEAN yield kita yang paling tinggi. Itu berarti Menkeu Sri Mulyani cari utang dengan bunga tinggi. Sikap Sri Mulyani akhirnya dipertanyakan. Apakah dia berani membuka dokumen persyaratan utang yang ia peroleh dari World Bank dan Asian Development Bank (ADB). Sebaliknya, kita patut acungi jempol buat BRI dan bank himbara kita yang mampu mencari pinjaman dengan bunga rendah,” tutup Hergun.

loading...