Dadang Supriatna Sosialisasikan BJB Mesra di Dapil 4

OPTIMIS PROGRAM BJB MESRA DAPAT MENGATASI MASALAH EKONOMI MASYARAKAT

1558
Dadang Supriatna saat diwawancara Indeksnews.com terkait BJB Mesra, Rabu (4/2/2020).
Dadang Supriatna salah satu bakal Calon bupati Bandung 2020 mulai mensosialisasikan Konsep Bedas Kabupaten Bandung, salah satunya adalah serapan anggaran 84 miliar dari Bank BJB untuk atasi keluhan masyarakat terhadap Bank Emok.
CIKANCUNG, INDEKSNEWS.COM | Menurut Dadang, berdasarkan hasil reses sidang pertama anggota dewan di dapil 4, disuguhkan permasalahan ekonomi masyarakat dengan timbulnya kesulitan akibat terjerat pinjaman bank emok.
Dadang Supriatna Sosialisasikan BJB Mesra di Dapil 4 1
Dadang Supriatna saat silarurahmi dengan warga Cikancung Rabu (4/2/2020)
Aspirasi pengendalian bank emok diakui Dadang sudah diangkat dalam sidang paripurna dewan provinsi. Hasilnya, lahirlah program BJB Mesra (BJB Mensejahterakan Rakyat).
“Pada waktu reses pertama masyarakat mengeluhkan bank emok. Kami menilai ada perubahan secara ekonomi di masyarakat, kehadiran mereka (bank emok) harusnya tidak mempersulit masyarakat,” ungkap Dadang di Cikancung Rabu (4/2/20020).
Dadang mengatakan, keluarnya program BJB Mesra, adalah salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.
“Konteknya adalah menumbuhkan ekonomi kerakyatan melalui kerjasama kelompok masyarakat dengan Bank BJB,” ungkapnya.
Bank BJB akan mengucurkan dana diperkirakan untuk program ini. Lanjut Dadang, dana ini adalah untuk membantu permodalan usaha masyarakat ,” ungkapnya.
Dalam prakteknya kedepan, menurut Dadang. Masyarakat harus memiliki kelompok dan ada rekomendasi DKM Mesjid.
“dalam realisasinya masyarakat membentuk kelompok, modal satu kelompok itu dari 500 ribu sd 5 juta. Kalau dari kelompok tersebut ada sekitar 10 orang maka perkelompok dapat 50 juta,” ungkapnya.
Namun, salah satu syarat untuk mendapatkannya adalah adanya rekomendasi Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM), bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dengan akhkak.
“Syaratnya harus ada rekomendasi dari DKM mesjid, mengapa? Sebab, harus ada keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kebutuhan akhlak masyarakat,” ungkap Dadang.
Lantas apa yang harus dipersiapkan masyarakat Kabupaten Bandung Saat ini untuk menyerap anggaran tersebut?
Dadang mengutarakan, masyarakat harus mulai mempersiapkan dengan menyelenggarakan kegiatan keagamaan di mesjid.
“Tidak semua masyarakat akan tahu program ini, maka melalui reses dewan yang disampaikan kepada perwakilan. Perwakilan ini harus mensosialisasikan kepada masyarakat langsung,” katanya.
Ia berharap, program ini mampu diserap masyarakat Kabupaten Bandung, yang sudah disiapkan pemerintah. “Program ini harus diserap dan silahkan serap sesuai kebutuhan,” harapnya.
Dadang optimis, ketika Pemerintah sudah menyiapkan anggaran permodalan, masyarakat memiliki keinginan untuk usaha, program akan sukses. “Tinggal masyarakatnya harus mempersiapkan produksi usahanya,”katanya.
Setelah permodalan dapat diakses masyarakat, masalah lainnya seperti pemasaran dan lainnya dapat dipikirkan kembali oleh pemerintah.
“Setelah program itu bisa dimanfaatkan, tinggal kita pikirkan kembali apa yang harus dibantu oleh pemerintah,” ungkap Dadang Supriatna.
Selain mensosialisasikan BJB Mesra, Dadang pun mengutarakan visi dan kesiapannya menjadi Calon Bupati Bandung.
Disinggung Dadang, Bedas Kebupaten Bandung memiliki makna untuk meningkatkan Kabupaten Bandung dengan : Bangkit, edukatif, dinamis, agamis, sejahtera.
“Untuk kabupaten bandung harus
Bangkit untuk meningkatkan pembangunan melanjutkan kepemimpinan golkar kedepan. Pendidikan harus lebih neningkat dengan revitalisasi pebdidikan dan pemerataan sarana pendidikan yang hari ini masih belum merata,”ungkapnya.
Dadang Supriatna Sosialisasikan BJB Mesra di Dapil 4 2
Dadang Supriatna saat diwawancara Indeksnews.com terkait BJB Mesra, Rabu (4/2/2020).
Selain itu kepemimpinan kedepan harus Dinamis, dengan semangat inovasi untuk membangun, serta Agamis untuk hidup sejahtera.
Untuk program agamis, ia akan mengangkat 14.000 ustad jeng usatadah di kabupaten bandung dengan memberikan gaji atau honor 500 ribu perbulan atau 84 milliar pertahun.***
Penulis : Andi Rohendi
BACA JUGA:  Fahri Hamzah Kritik Demokrat dan PKS, Tolak Omnibus Law di Ujung Sama Juga Bohong