Dandim 0624 Tinjau Korban Banjir di Desa Sukamanah

Berikan Bantuan kepada korban banjir dan sosialisasikan SOP orang Meninggal karena Covid-19

567
Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Tinjau Korban Banjir di Rancaekek. Dan Sosialisasikan SOP penanganan orang meninggal karena Covid-19.
BANDUNG | Dandim 0624 Kabupaten Bandung, meninjau beberapa desa yang terdampak banjir di Rancaekek Kabupaten Bandung.
Desa langganan banjir salah satunya Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung jawa Barat, Kamis, (02/04/ 2020).
Dandim 0624 Tinjau Korban Banjir di Desa Sukamanah 1
Kapolsek Rancaekek Polresta Bandung Kompol Imron Rosyadi sedang tinjau korban bencana banjir di Desa sukamanah Rancaekek
Berdasarkan pantauan indeksnews com, kedatangan Dandim di sambut Kapolsek Rancaekek Kompol Imron Rosadi, Camat dan Koramil Rancaekek.
Dandim  0624/Kab.Bandung Letkol INF Donny I.Bainuri, menyambangi para korban banjir.
Didampingi Kapolsek Rancaekek Kompol Imron Rosyadi S.Ag dan Danramil 2401/Rancaekek M. Rai’din serta Camat Rancaekek Drs.Baban Banjar FS, M.Si.
Diterima dengan baik oleh Kepala Desa Sukamanah H. Dede Rahim, tim Tagana, Tim relawan.
Disamping meninjau korban bencana banjir Letkol Inf, Donny I.Bainuri menyerahkan bantuan kepada korban banjir.
Bantuan berupa sembako diterima langsung secara simbolis oleh kepala Desa Sukamanah H. Dede Rahim.
Letkol INF Donny I. Bainuri mengatakan, kunjungan terhadap korban banjir ini salah satu bentuk kepedulian terhadap warga masyarakat.

Dandim 0624 Tinjau Korban Banjir di Desa Sukamanah 2

“Selain wilayah Rancaekek, kami meninjau di beberapa titik di Kabupaten Bandung yang terdampak bencana banjir, ” ungkapnya.
Donny mengucapkan  terima kasih kepada semua jajaran Desa Sukamanah, Camat Rancaekek, Kapolsek Beserta jajaranya, begitu juga kepada para relawan yang telah membantu dalam antisipasi bencana alam ini.
“kami sangat mengapresiasi terhadap kesiagaan, ketanggapan, dan respon cepat dari aparat setempat dalam penanganan musibah ini,”ungkap Donny.
“Karena dengan kejadian ini sudah kewajiban pemerintah dan warga masyarakat untuk bertanggung jawab mengantisipasi dan membantu masyarakat yang terkena bencana ini,” tegasnya.
Selain masalah banjir, dalam kunjingan tersebut Donny menyinggung penyebaran wabah corona.
Menurut Donny, penyebaran wabah virus corona (Covid 19) yang sipatnya ini seluruh Indonesia yang terdampak Covid 19.
Ia mengatakan, walaupun sekarang kita dilanda penyebaran wabah corona, kita pun harus waapada pada bencana banjir yang tidak dapat dihalangi karena itu kejadian alam.
“Kerena hujan yang sangat deras di beberapa hari yang lalu, mengakibatkan beberapa Wilayah di Kabupaten Bandung terkena banjir.”
Selain Rancaekek wilayah lain di Kabupaten Bandung yang mengalami kebanjiran diantaranya, Dayeh kolot, Majalaya, dan wilayah lainnya.
Oleh karena itu lanjut Letkol Inf. Donny,  ia meminta kepada semua stakholder di Kabupaten Bandung untuk saling membantu.
“saya mohon bantuanya untuk di sampaikan kepada warga masyarakat mengenai penyebaran dan pencegahan terhadap Virus corona,” pintanya.
Yang pertama, Masyarakat harus tetap mengikuti anjuran yang telah disampaikan oleh pemerintah dan dinas kesehatan.
Yaitu selalu menjaga kebersihan, sering melakukan cuci tangan dengan sanitizer atau disinpektan dan harus ada sanitasi yang lebih baik lagi agar dapat pake tempat cuci tangan di setiap tempat.
Ke dua, harus menjaga jarak antara kita agar mencegah dari penularan covid 19, dan kurangi kegiatan diluar rumah apabila tidak terlalu urgen.
Dan ke tiga, Masyarakat harus tetap tenang dan jangan takut apabila saudara, teman, tetangga kita yang meninggal karena wabah Covid 19.
Karena dalam standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan  pemakaman jenazah orang yang meninggal karena covid 19 sudah ditetapkan.
“Jadi artinya, kami berharap masyarakat tidak usah takut apalagi menolak pasien meninggal karena covid 19,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengutarakan, secara SOP pemakaman korban Covid ada aturanya. Yaitu petugas dalam penanganan orang meninggal sudah dilengkapi dengan alat pelengkap diri (APD).
Selaim penggunaan APD, juga penyemprotan terhadap petugas penanganan jenazah, dan juga dalam penenganan jenazah orang yang meninggal karena virus corona itu sudah sesuai SOP.
Donny menjelaskan, Penanganan jenajah itu sebelum di makamkan jenazah di bungkus dengan plastik dua rangkap.
Lalu, setelah itu di tayamumkan jenazah karena tidak boleh dimandikan bahkan keluarga atau kerabat jenazah tidak boleh mendekat, karena menjaga penyebaran dari vorus corona,
“Setelah di tayamumkan baru dimasukan ke peti mati dan langsung di bungkus kembali oleh pelastik lalu dimakamkan, dan pemakaman tersebut harus jauh dari pemikimaman warga,” tuturnya.
Dengan penanganan secara standar operasi prosedur (SOP) warga jangan takut dengan orang yang meninggal karena Virus corona, sebab petugas yang menanganinya sudah sesuai SOP.
Ia menyampaikan, untuk pemakaman orang meninggal kerena Covid 19 pemerintah Kabupaten Bandung sudah menyediakan beberapa tempat, yaitu di Wilayah Nagreg, Panyaungan, dan Cibiru Cileunyi.
Dandim meminta kerjasama dan bantuanya dari semua Mupspika, Polsek, Koramil, Anggota Dewan dan elemen masyarakat untuk mensosialisasikan penanganan atau SOP orang yang meninggal kerena Covid 19.
“agar Masyarakat tahu dan tidak ada rasa takut mengahadapi keluarga atau orang yang meninggal karena Covid 19,” ungkapnya.
“Sebab tanpa diberitahukan kepada warga, masyarakat akan merasa takut atau panik dalam menghadapi korban covid 19,”ungkapnya.
Ditempat yang sama Kompol. Imron Rosyadi, S.Ag, menyampaikan, semoga bencana banjir ini cepat surut agar warga masyarakat tidak tambah panik dan cemas.
Imron berharap, masyarakat dalam mengahadapi bencana ini tetap siaga dan waspada apalagi dalam mengahadapi bencana penyebaran covid 19.
“Kepada seluruh masyarakat agar tetap memperhatikan apa yang di sampaikan oleh pemerintah mengenai pencegahan penyebaran covid 19 itu,” imbaunya.
Penulis : Jafar D. A.S | editor : Andi Rohendi
BACA JUGA:  Polres Sukabumi Amankan 19 Korban Pedofilia