Diduga Selewengkan DD 2017-2018, JA Mantan Kades Munjul di Bidik Kejari Cianjur

270

JA mantan Kepala Desa Munjul, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditetapkan Kejaksaan Negeri Cianjur sebagai tersangka, atas laporan dugaan menyelewengkan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017-2018.

CIANJUR I Informasi yang dihimpun dari, Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Yudhi Syufriadi, bahwa JA diindikasi telah melakukan penyelewengan Dana Desa sebesar lebih kurang Rp700 juta.

“Kejaksaan Negeri Cianjur, masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari Inspektorat Kabupaten Cianjur. Alat bukti sudah cukup. Cuma untuk meyakinkan nanti di persidangan, kita minta hasil penghitungan kerugian negaranya. Setelah itu selesai, berkasnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,” beber Yudhi kepada awak media di kantor Inspektorat Kabupaten Cianjur, Rabu (12/02/2020).

Loading...

Yudhi menjelaskan, hingga saat ini tersangka JA belum dilakukan penatahan. Modus dugaan penyelewengan Dana Desa yang dilakukan tersangka JA di antaranya dengan memanipulasi jenis pekerjaan fisik yang dilaporkan selesai padahal kenyataannya tidak beres.

“Modus operandi yang dilaporkan, ada beberapa macam, Pertama, pekerjaannya tidak selesai tapi dianggap selesai. Kedua, pekerjaannya memang tidak ada, tapi dianggap ada. Ketiga, ditemukan ada laporan pertanggungjawaban yang dinilai tidak lengkap sehingga belum kita percayai. Pekerjaannya ada, tapi laporannya belum lengkap,” jelas Yudhi.

Sesuai laporan, tahun ini pagu Dana Desa Kabupaten Cianjur pada 2020 sebesar Rp 427.760.763.000. Besaran nilainya akan bertambah dibanding 2019 sebesar Rp 412,6 miliar.

“Sementara pada 2018, pagu Dana Desa yang dialokasikan Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Cianjur sebesar Rp 346,8 miliar,” kata dia.

Lanjut Yudhi, Anggaran Dana Desa relatif besarnya, anggaran yang diterima setiap desa, tentu harus berbanding lurus dengan peningkatan pengawasan agar penggunaannya sesuai peruntukan dan tepat sasaran.

“Kalau dari kejaksaan kan memang kita punya tugas pengawasan. Kalaupun memang ada penyimpangan-penyimpangan akan kita tindak. Bukan kejaksaan saja yang punya tugas itu, ada kepolisian, ada Inspektorat, ada KPK,” jelas Yudhi.

BACA JUGA:  Muscab X MPC PP Kota dan Kabupaten Sukabumi 2019

Selain kasus adanya dugaan penyelewengan Dana Desa di Desa Munjul, lanjut Yudhi, Kejari Cianjur juga tengah menyelidiki dua desa lainnya. Ada juga kasus yang merupakan limpahan dari Polres Cianjur namun dikembalikan karena waktunya sudah kedaluwarsa.

“Kemarin sudah ada 1, tapi kita kembalikan karena sudah lebih dari waktunya. Jadi SPDP-nya (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sudah kita terima. Tapi hasil penyidikannya dengan waktu yang kita punya belum sampai ke kita juga, pada Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukanagara,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Cianjur, Arief Purnawan, menambahkan saat ini sedang dilakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) terhadap adanya dugaan penyelewengan Dana Desa, yang dilakukan mantan Kepala Desa Munjul.

“Kami sedang menghitung kerugian Keuangan Negara (PKKN) terhadap adanya dugaan penyelewengan Dana Desa, Ini merupakan sinergitas antara Inspektorat dan Kejaksaan,” kata Arief.

Loading...
loading...