Dinas Kesehatan Cianjur Akui Masih Minimnya Kepedulian Masyarakat Untuk 3M

125
Kesehatan
Foto Dokumentasi Dinas Kesehatan Cianjur.
CIANJUR, jawabarat.indeksnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat akui masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap Protokol Kesehatan dan 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy disela sosialisasi pencegahan Covid-19 di Terminal Pasirhayam, Kabupaten Cianjur pada Selasa (3/11/20) kemarin.

Kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 yang bertajuk ‘Hep Cicing Covid’ bentuk upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur dalam mengampanyekan 3M kepada masyarakat secara luas. Meski demikian masih ada masyarakat yang dinilai Dinkes masih abai dalam pelaksanaan Protokol Kesehatan.

“Kami menyadari Covid-19 belum berakhir dan saat ini masih dalam masa pandemi, untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bisa bersama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” kata dr Irvan Nur Fauzy.

Menutur Irvan Nur, angka kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur kian semakin bertambah. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk mengaplikasikan 3M sangat diperlukan.

“Informasi ditemukannya vaksin dan rencana pemberian imunisasi paling cepat pada tahun depan. Selama periode tersebut tentunya kita tidak boleh diam menunggu vaksin datang. Sebab pelaksanaannya tidak bisa sekaligus dan harus secara bertahap,” kata dia.

Untuk itu, langkah dini Irvan mengajak kepada semua masyarakat, untuk selalu menjaga diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat dengan yang paling mudah yaitu menerapkan 3M.

“Kampanye 3M ini kami lakukan serentak se-Provinsi Jabar. Ini adalah periode kedua, periode pertamanya sudah berlangsung pada 24 September kemarin. Ke depannya kami akan terus mengkampanyekan pentingnya 3M yang harus dilakukan masyarakat,” ucapnya.

Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Cianjur, lanjut Irvan, secara angka kasusnya terus bertambah seiring dengan pemeriksaan masif yang dilakukan.

“Meskipun demikian, ada kabar baik bahwa minggu kemarin sampai 2 November Cianjur kembali ke zona kuning dari sebelumnya Cianjur masuk zona oranye,” ungkap Irvan.

Irvan menyebut, sudah hampir 50.000 rapid test sudah dilakukan di Kabupaten Cianjur. Sementara untuk swab tes, lanjutnya, sudah menjangkau 10.000 orang dari yang ditargetkan sebanyak 27.000 orang.

“Sampai di akhir tahun ini kami memang intensif untuk terus memperbaiki kapasitas kekuatan, agar bisa melakukan pemeriksaan yang lebih banyak tapi dengan hasil yang lebih cepat dan tepat,” tandas Irvan.**