DPRD Fraksi PKS Geram Aliran Air Pelanggan Seret, Konsumen PDAM Mengeluh Abadi

369

Copt Foto: Sumbermata air Batu Karut di Desa Selawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang dikelola PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi merupakan salah satu sumber pensuplei air kepada pelanggan di Kota Sukabumi.

Seretnya aliran air bersih ke rumah-rumah pelanggan Perumda PDAM di Kota maupun Kabupaten Sukabumi, berlaku sepanjang tahun secara abadi.

Sukabumi I Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum di Sukabumi diantranya PDAM Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi dan PDAM Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi.

Loading...

Informasi yang dihimpun, keluhan sebagian pelanggan air minum yang dirasakan masyarakat sepanjang tahun tersebut, pelanggan berulang kali menyampaikan keluhan atas macetnya atau tersendatnya aliran air kesebagian besar pelanggan tersebut, dirasakan belum mengubah keadaan.

“Sebagai pelanggan PDAM, kami mengeluh abadi karena masalah yang kami hadapi yakni aliran air bersih seret belum ada tindak lanjutnya. Selalu begini sepanjang tahun,” keluh Abdurahman (48) pelanggan PDAM TBW yang tinggal di Jalan Veteran, Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Sabtu (11/01).

Ia mengaku sudah merasa bosan dengan  kondisi air ledengnya (PDAM) yang dirasakan sering tidak pernah lancar. Musim hujan saat ini, tetap saja aliran air kerap macet, bahkan pernah tidak ada pasokan air sama sekali dalam hari_hari tertentu. Apalagi pada musim kemarau, jumlah hari pasokan air  nihil lebih banyak dibandingkan jumlah hari yang pasokan airnya lancar.

“Sebetulnya mengenai tidak lancarnya suplei air PDAM sudah sering dilaporkan langsung kepada pihak PDAM, namun tetap saja tidak ada tanggapan serius. Dibuktikan sampai saat ini suplei masih air tidak lancar,” ungkap dia.

Keluhan senda disampaikan pelanggan PDAM TBW, Endang yang tinggal di Cipoho,  Jalan Palabuhan II Kota Sukabumi. Lingkungan tempat tinggal Endang termasuk kawasan yang akrab dengan kemacetan pasokan air bersih. Sama dengan Abdurrahman pun, sudah bosan menyampaikan laporan dan keluhan dengan tidak maksimalnya pasokan air ke pelanggan.

BACA JUGA:  Jalan Penghubung Tiga Kecamatan Rusak Parah, PU Sigap Perbaiki Ruas Jalan Dengan Hotmix

“Setelah merasakan suplei air dari PDAM tidak lancar , saya sudah melaporkannya langsung kepetugas pelayanan PDAM, sempat ada beberapa kali pengecekan, petugas lapangan hanya menjawab, ini akan disampaikan kepihak atasan, tapi sayang tetap saja air tidak bisa lancar, ” katanya.

Dari pelanggan PDAM TJM Kabupaten Sukabumi, keluhan senda disampaikan Sudarno, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cikembar, Permukiman di sekitar tempat tinggal Sudomo tidak dapat dijangkau oleh pasokan air bersih yang melimpah asal sumber air yang mengambil air dari Sungai Cicatih. Dia tidak dapat berbuat banyak menghadapi kenyataan, aliran air bersih ke rumahnya tidak pernah normal dan lancar. Bahkan tidak ada pasokan sama sekali.

“Padahal kami selalu mentaati himbauan PDAM untuk membayar rekening air bersih sebelum habis jatuh tempo, kalopun telat kami terap membayar, kalo seperti ini terus, kami jadi merasa dirugikan dong, Kami berharap ada perubahan dan bisa pihak PDAM bisa melakukan perbaikan secara maksimal, agar dirasakan seimbang pasokan air dan pembayan,” kata Sudono.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi Partai PKS, Danny Ramdani mengaku, geram dan miris mendengar adanya keluhan masyarakat sebagai pelanggan air minum dan bersih di Perumda PDAM TBW Kota Sukabumi, hal tersebut harus segera diatasi dan lakukan perubahan.

“Apa yang diutarakan para pelanggan atas adanya keluhan pasokan air bersih, sudah haknya sebagai pelanggan untuk mendapatkan pasokan air secara maksimal. Tinggal menunggu kesigapan pihak PDAM untuk mencari solusi agar keluhan tidak terus terjadi,” tegas Danny saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Danny menegaskan, Sudah saatnya pihak PDAM TBW Kota Sukabumi, segera melakukan langkah konkret, untuk memperbaiki kendala yang dihadapi masyarakat. Terutama dari sisi perubahan kinerjan dan sisteam.

BACA JUGA:  Rakorda Forum Pembauran Kebangsaan Kota Depok

“PDAM harus cepat memperbaiki, jangan sampai masyarakat terus memberikan toleransi terus. Padahal ini sudah memasuki musim penghujan sejak awal Desember kemarin, harusnya bisa dirasakan maksimal pasokan air kepelanggan,” katanya.

Kalo tersendatnya pasokan air bersih terus dirasakan, ini akan menjadi satu pelayanan yang dianggap tidak bagus. Hal ini harus ada langkah dan solusi, dari sisi perbaikan sistem meminimalisir terjadinya keluhan_keluhan serupa setiap tahun.

“Kasihan warga tidak mendapatkan aliran air yang baik. Jangan sampai masyarakat dituntut untuk membayar terus iuran bulanan. Tapi ketersediaan air kepelanggan tidak sesuai dengan harapan. Kami bersama semua stekolder Kota Sukabumi menunggu adanya gebrakan dari pucuk pimpinan baru Perumda PDAM DPW,” cetus Danny.**

Loading...
loading...