Ekonomi Mulai Membaik, Minat Mobil Bekas Meningkat di Akhir Tahun

37
Ekonomi
Foto Ilustrasi Mobil Bekas yang dijajakan di Showroom Mobil Bakas di DKI Jakarta.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com,-Mobil sudah masuk dalam kebutuhan pokok bagi masyarakat kalangan atas sampai menengah, untuk menstabilkan ekonomi di tengah Pandemi. Mobil adalah penunjang kelancaran mobilitas usaha atau melakukan sesuatu pekerjaan. Tidak jadi syarat utama, mobil dengan membeli baru maupun bekas, utama adalah kondisi mobil yang layak pakai.

Untuk memiliki kendaraan mobil ada banyak cara, salah satunya meminang kendaraan mobil dalam kondisi bekas. Selain harga lebih murah, pilihan model atau brand yang didapat sangat beragam. Sehingga mobil bekas menjadi rujukan sebagian besar orang.

Diawal pandemi Covid-19 yang masuk ke wilayah Indonesia, daya beli masyarakat untuk kendaraan baru maupun bekas menurun drastis karena dampak ekonomi melemah atau kurangnya minat konsumen.

Mobil bekas yang dijajakan di sejumlah showroom, kini kondisinya kembali berangsur-angsur sudah tidak menghantui para pedagang. Pasalnya menjelang akhir 2020, peminat mobil secon atau bekas mulai kembali bergeliat.

Hal tersebut disampaikan Senior Manager (SM) Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih mengatakan peminat mobil bekas jelang akhir tahun 2020 mulai membaik dibandingkan awal pandemi sekitar bulan Maret 2020, penjualan mobil sangat melesu dan kurang peminat.

“Jadi kita berharap sampai akhir tahun ini bisa terjual 2.000 unit mobil bekas,” ujar Herjanto Kosasih, Sabtu (28/11/20).

Herjanto mengatakan, kebutuhan mobil bekas jelang akhir tahun meningkat, karena penggunaan transportasi umum dibatasi secara kapasitas. Sehingga cara mudah untuk pulang ke kampung halaman, atau berlibur menggunakan mobil pribadi.

Sementara menurut Marketing Showroom LB Auto Sunter, Riswan Susilo mengatakan, peminat mobil bekas mulai membaik jelang akhir tahun. Bahkan permintaan cukup terbilang tinggi, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Saat ini masukan barang dagangan ke showroom harganya lagi selangit, namun permintaan banyak mulai periode Oktober, dan November ini. Jadi sekarang suplay sedikit berkurang,” ujar Riswan.

Riswan juru taksir situs jual beli mobil bekas online itu menyebut, sejak memasuki bulan ke-10 beberapa showroom yang dikenalnya, mengeluh akan stok unit mobil berkurang. Khusus untuk mobil kelas menengah bawah paling banyak dicari orang.

“Sekarang mobil yang banyak dicari range dikisaran Rp 70-150 juta, dan Rp 200 juta ke atas. Banyak beberapa showroom rekanan sudah mulai belanja stok, tapi enggak sampai satu minggu sudah habis,” katanya.

Hal senda juga pernah disampaikan Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer. Dia optimis, target penjualan dapat menyentuh angka 9 ribu unit sampai akhir tahun ini. Karena peminat mobil bekas di akhir tahun mulai berangsur membaik.

“Sejak pandemi minat masyarakat membeli kendaraan bekas menurun, sehingga bisa meraih angka 50 persen dari target awal saja sudah bagus. Karena mobil bukan menjadi kebutuhan yang mendesak. Bukan kebutuhan primer yang harus pasti dibeli. Kalau mobil bicara ada uangnya atau tidak, prediksi saya sih putaran ekonomi sudah mulai membaik di akhir tahun November-Desember 2020 dibanding bulan-bulan sebelumnya,”tandasnya.**