Fantastis, Kejari Kota Sukabumi Selamatkan Rp 6,7 Miliar Pada Kasus KOHIPPI 2018

233

Jajaran Kejakasaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengeksekusi uang pengganti perkara dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tahun 2018.

Tidak tanggung-tanggung Kejari berhasil mengeksekusi uang hasil Tipikor yang selanjutnya dikembalikan ke Kas Negara sebanyak Rp. 6,7 Miliar lebih atau sebesar Rp. 6.704.050.014.

Informasi yang dihimpun indeksnews.com, uang tersebut merupakan hasil dari perkara Tipikor dalam penyaluran kredit modal kerja yang diterima oleh Koperasai Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (KOHIPPI) dari Bank Jabar Banten (BJB) cabang Sukabumi pada tahun 2012 silam.

Loading...

Fantastis, Kejari Kota Sukabumi Selamatkan Rp 6,7 Miliar Pada Kasus KOHIPPI 2018 1

Adapun perbuatan melarang hukumya dimana KOHIPPI tidak menyalurkan dana pinjaman dari BJB yang seharusnya dibagikan kepada 220 anggota KOHIPPI yang di sampaikan kepada BJB. Malah di gunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Dalam hal ini pihak BJB sendiri tidak melakukan analisis kredit secara mendalam serta tidak melakukan proses verifikasi atas validitas data yang sampaikan oleh KOHIPPI sehingga banyak dokumen yang di persyaratan kan belum terpenuhi.

“Itulah poin perbuatan yang melawan hukum yang di Lakukan pengurus KOHIPPI dalam penyaluran modal kerja kurang lebih sebesar Rp 17 miliar kepada KOHIPPI yang seharusnya di tunjukan kepada 220 anggota koperasi, Namun KOHIIPI tidak menyerahkan uang kredit yang diberikan BJB dan malah diserahkan kepada 50 anggota di luar pengurus koperasi tersebut,” ujar Kepala Kejari Kota Sukabumi Ganora Zarina , kepada awak media, Kamis (30/04/20).

Fantastis, Kejari Kota Sukabumi Selamatkan Rp 6,7 Miliar Pada Kasus KOHIPPI 2018 2

Lanjut Gonara, uang miliaran tersebut merupakan hasil penjualan dari 3 buah sebidang sertifikat hak milik, diantaranya tanah dan bangunan yang dijaminkan pada saat itu kurang lebih seluas 10.705 M2.

“Nantinya, uang tersebut akan di setorkan ke kas negara melalui bank BJB Sukabumi. Kemudian sebagai anggunan nya dalam kasus tersebut adalah 3 sertifikat tanah dan bangunan yang berada di Kabupaten sukabumi tepatnya di Karang Tengah Cibadak seluas 110705 Meter, ketiga sertifikat itu pada saat melakukan penyelidikan kami melakukan penyitaan,” jelas dia.

Dari kasus tindak pidana korupsi tersebut, kata Ganora, melibatkan 6 orang tersangka, dimana ke enam orang itu ber beda-beda propesi seperti tersangka, berinisial D.H sebagai pimpinan cabang bank BJB Sukabumi, K.P.S Manajer Komersial bank BJB sukabumi, M.A Ketua KOHIPPI, K.N Bendahara KOHIPPI, M.N Sekretaris KOHIPPI dan A.R sebagai Manajer Operasional KOHIPPI.

“Pada tahun 2018 kita melakukan persidangan kepada 6 orang terdakwa, dengan 6 perkara, masing masing sudah di ponis dan perkara ini sudah inkrah,” tandas dia.

Reporter : Riki*

loading...