Pentingnya Fatayat NU sosialisasikan Jaga NKRI

Konferensi Fatayat NU Hasilkan Pengurus yang punya Program

179
Fatayat NU
Cucun Syamsurizal Sosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada kader fatayat NU di Ciparay (21/12).

BACA JUGA:  Ridwan Kamil akan Promosikan Teh Jawa Barat ke Dunia
Dalam menjaga keutuhan NKRI, diperlukan sosialisasi
kepada masyarakat. Tak terkecuali bagi Kader Fatayat NU Kabupaten Bandung yang langsung berhubungan dengan kaum perempuan, wajib mensosialisasikan pentingnya menjaga NKRI. 

 

BANDUNG | Kader Fatayat NU dapat mensosialisasikannya di berbagai kesempatan. Sebab, kader Fatayat berhubungan erat dengan kegiatan perempuan.
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan kepada para kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Selain itu, pengamalan Pancasila sebagai dasar negata perli diamalkan.. “mengamalkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 harus di sosialisasikan,”imbuhnya.
“MPR menekankan semua sahabat Fatayat Nahdlatul Ulama, untuk mensosialisasikan NKRI,” ungkapnya.

Baca Juga:

Kader Fatayat NU dinilai mampu menjadi garda terdepan keutuhan NKRI karena mereka eksistennya sudah betul-betul sebagai basis massa.
“Kader Fatayat NU berhubungan langsung dengan komunitas ibu-ibu di posyandu, madrasah dan pendidikan anak usia dini, untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga NKRI,” kata Cucun.
Cucun hadir dalam kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan di hadapan kader Fatayat Nahdlatul Ulama di Puri Laswi Jalan Raya Laswi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Sabtu (21/12/2019).
Cucun mengatakan, para kader Fatayat Nahdlatul Ulama merupakan kader muda, meski dari kalangan ibu rumah tangga.
“Mereka bisa menjadi garda terdepan untuk menjadi motor penggerak, khususnya Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bandung,” katanya.
Ia menilai, para kader Fatayat Nahdlatul Ulama memiliki banyak waktu untuk mensosialisasikan pentingnya NKRI tersebut.
“Bahkan kader Fatayat Nahdlatul Ulama memiliki banyak jaringan, selain itu memiliki ide yang banyak. Untuk itu, kita turut mengapresiasi kegiatan para kader Fatayat Nahdlatul Ulama tersebut,” katanya.
Tak hanya berbicara NKRI, Cucun pun turut menyikapi tentang kiprah Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama yang ikut andil pada penanganan stunting di Kabupaten Bandung.
Konferensi Cabang Fatayat NU ke X Kabupaten Bandung
Peserta Konferensi Cabang Fatayat NU bersama Ketua Laskar Aswaja Jabar, H. A. Abdul Azis
Hal itu seperti diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama Hj. Nur Nadlifah. Nur Nadlifah merupakan Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB yang salah satunya membidangi kesehatan.
“Saya mensuport apa yang menjadi arah Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama, terkait dengan penanganan stunting di Kabupaten Bandung,”kata Cucun.
Termasuk mensuport Komisi IX yang turut menyikapi tentang penanganan stunting,” imbuhnya.
Cucun berharap pada pelaksanaan Konferensi Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama ke-X Kabupaten Bandung itu, dapat menghasilkan kepengurusan yang betul-betul memiliki program kerja.
“Program Fatayat Nahdlatul Ulama ini turut membantu program pemerintah Kabupaten Bandung,”ungkapnya.
Indeks News:
Selain membantu juga mengawasi dan mengontrol program provinsi, lanjutnya. Selain itu turut mengontrol program provinsi dan pusat, di antaranya dalam penanganan stunting,” paparnya.
Disamping itu, katanya, turut membantu penguatan idiologi pancasila di kalangan masyarakat.
“Lebih penting lagi kader Fatayat Nahdlatul Ulama mengimplementasikan konsep dan program Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***
Loading...
loading...