FITRA Sukabumi : Potret APBD Kabupaten Sukabumi 2016_2020 Menyusut

439

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sukabumi, gelar Diskusi yang dikemas dalam Konferensi Pers Menyikapi besaran APBD tahun 2020.

Sukabumi I Diskusi yang digagas FITRA Sukabumi, yang mengambil tema “APBD tahun 2020 Untuk Siapa”, dihadiri anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sukabumi, Agung Nugraha sebagai membicara, dan Direktur FITRA Sukabumi, AA. Hasan, didampingi sejumlah anggota FITRA, diskusi berlangsung, di Jasmine Resto, Kecamatan Cisaat, Rabu (08/01).

Menurut Direktur FITRA Sukabumi, AA. Hasan, diskusi pembahasan APBD tahun 2020, semestinya dihadiri juga oleh Kepala BPKAD sebagai pembicara, tapi sayang beliau tidak hadir.

Loading...

“Menurut kami kondisi APBD dalam kepemimpinan Marwan Hamami dan Adjo Sarjono, secara makro belum menunjukan perubahan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari perjalanan APBD sejak tahun 2016 – 2020, dimana Pemda belum mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector Pajak dan Retribusi Daerah,” ujar AA Hasan, dalam pesan rilisnya.

Hasan mencermati, Realisasi APBD 2016-2018, PAD Kabupaten Sukabumi, selama itu hanya sebesar Rp 548.936.312.987, Rp. 799.499.855.484, Rp. 565.369.086.733 dan melangkah pada APBD Murni 2019-2020 PAD Kabupaten Sukabumi sebesar Rp. 556.744.295.000 dan Rp. 656.221.596.621.

“PAD kita masih didominasi dari lain-lain PAD yang sah, yaitu rata-rata 53% dari total PAD. Kami mendorong agar BPKAD dan BAPENDA menginventarisasi potensi Pajak dan Retribusi Daerah secara serius,” tegas Hasan.

Masih kata AA Hasan, Porsi belanja Daerah Kabupaten Sukabumi, dinilai masih di dominasi oleh Belanja Tidak Langsung, contoh pada APBD 2020 misalnya, BTL mencapai 57,95% dari total Belanja Daerah sebesar Rp 4.098.550.488.057.

“Sementara Belanja Modal dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang signifikan, tahun 2020 hanya dialokasikan sebesar Rp 448.754.889.602 lebih kecil dari realisasi belanja modal pada tahun anggaran 2018, mencapai Rp 614.381.109.002.

BACA JUGA:  Bupati Sukabumi Bangga Dan Haru Menjadi Bagian Yang Tak Terpisahkan Dari AMS

Jadi untuk menyikapi pencapaian PAD diatas, masyarakat Kabupaten Sukabumi jangan terlalu berharap besar pada pembangunan Fisik pada tahun 2020.

“Tragisnya pada Belanja Bantuan Sosial terus mengalami penurunan menjadi Rp 10.580.000.000 di tahun 2020, dibandingkan dengan Realisasi APBD 2018 itu Rp 23.631.000.000,” kata AA Hasan.

Sementara Belanja Hibahnya terus meningkat, secara berurutan dari tahun 2016-2020 belanja hibahnya adalah Rp 42.576.479.418, Rp 56.560.855.487, Rp 78.014.222.194, Rp 91.918.500.000 dan Rp. 207.242.968.100.

“Penyertaan modal pada BUMD pun terus mengalami peningkatan, tapi sejauh yang kami ketahui hanya ada dua BJB yang memberikan deviden cukup besar pada Pemda Kabupaten Sukabumi. Pada tahun 2020 Pemda menganggarkan Rp 30.000.000.000 untuk penyertaan modal dengan target penerimaan deviden sebesar Rp 10.648.000.000 yang bersumber dari BJB sebesar Rp 7.750.000.000, disusul Perumda BPR Sukabumi sebesar Rp 1.500.000.000, PDAM sebesar Rp 1.500.000.000, PT. LKM Sukabumi sebesar Rp 400.000.000 dan Perusahaan Daerah Pesona Wisata sebesar Rp 34.000.000.” papar dia.

Dalam menyikapi hal ini, FITRA Sukabumi melihat dari guliran anggaran yang dialokasikan lebih banyak dilingkungan penyelenggara Pemda saja dibandingkan dengan alokasi tetesan anggaran.

“Alokasi tetesan anggaran seharusnya didistribusikan pada kegiatan-kegiatan langsung yang dampaknya bisa dirasakan oleh publik,” tandas dia.

Loading...
loading...