Gudang Kapas pt. Wistex di Bandung Hangus, 20 Unit Damkar Dikerahkan

Butuh Hampir 3 Jam Api Dipadamkan

966
Pt. Wistex
Sebuah Gudang Kapas milik PT. Wistex ludes terbakar mulai pukul 18.00 wib. 20 unit Damkar dikerahkan. Tidak ada  korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dan kerugian belum dapat ditaksir perusahaan.
BANDUNG, INDEKSNEWS.COM| Sebuah gudang kapas milik PT. Wistex di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung hangus terbakar.
Peristiwa terbakarnya gudang kapas pt. Wistex terjadi Jumat (27/3/2020) pukul 18.00 wib.
BACA :
Pada saat peristiwa kebakaran terjadi, sebanyak 20 karyawan pt. Wistex yang sedang bekerja berhamburan keluar pabrik dan meminta pertolongan.
Namun, api cepat menjalar ke atap gudang karena berisi membakar kapas bahan baku benang. Pt. Wistex adalah pabrik garmen yang memproduksi kain.
Berlokasi di jalan raya by. Pass Bandung Garut, sempat menjadi tontonan pengguna jalan, dan membuat kemacetan.
Namun, kemacetan dapat di amankan oleh aparat kepolisiam yang di bantu koramil rancaekek.
Berdasarkan keterangan saksi Asep karyawan pt. Wistex, penyebab kebakaran di gudang kapas tersebut diduga berasal dari korsleting listrik.
Asep menuturkan, “api yang membakar gudang pabrik pemintalan benang tersebut membesar mulai pukul 18.00 WIB, berasal dari konsleting listrik” ungkapnya.
Kapolsek Rancaekek Kompol Imron Rosyadi S.Ag, menegaskan, kebakaran PT Wistex ini mulai pukul 18.00 Wib, menurut saksi mata dari Karyawan Wistex berasal dari konslet mesin blower.
“Kejadian berawal dari mesin Blower yang rusak sehingga menimbulkan konsleting listrik,”ungkap Imron kepada Indeksnews.com. Jumat (27/3/2020).
Kapolsek menambahkan, akibay percikan api dari mesin blower yang rusak menyambar kapas dan akhirnya merambat ke atap pabrik, dan menjalar ke seluruh gudang.
“Dari percikan api konsleting listrik tersebut, menyambar kapas bahan produksi benang sehingga merambah ke yang lain, sampai api membesar tidak dapat dikendalikan,” imbuh Kompol Imron.
Pihak perusahaan langsung menghubungi pemadam kebakaran terdekat. Aawalnya terpantau hanya 10 unit mobil damkar saja.
Mobil Pemadam Kebakaran pertama yang terdekat berasal dari PT. Kahatex, lalu dari Damkar Cicalengka, polifyn, Cileunyi, Soreang, yang langsung turun ke lokasi.
“Awalnya mobil pemadam kebakaran hanya 10 unit saja, namun api semakin membesar dan butuh tambahan unit damkar,” ungkapnya.
Bantuan pemadam pun berdatangan, dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung hingga bertambah menjadi 20 unit damkar.
“Kobaran api cepat membesar, sehingga pemadam kebakaran didatangkan sampai 20 unit Damkar,” ungkapnya.
Besarnya kobaran api, membuat Damkar kesulitan. Hampir tiga jam, berusaha dipadamkan. Kobaran Si Jago Merah akhirnya dapat terpadamkan sekitar pukul 20.45 Wib,” ungkapnya.
Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi saja, namun belum dapat di taksir besaran kerugiannya, karena masih dalam penelitian pihak pemilik pabrik.
Selain kepolisian, ditempat yang sama, Kapten, Inf. Mamat Raidin, Danramil 2401/Rancaekek terlihat bersama kepolisian mengamankan situasi di lokasi kebakaran.
Pt. Wistex
Kepolsian dan Koramil Rancaekek Kabupaten Bandung tengah mengamankan jalan raya saat terbakarnya gudang kapas pt. Wistex.
Sementara itu, Kepala Personalia PT.Wistek Uun Suharna menyampaikan, pada waktu kejadian 20 karyawannya sedang bekerja shift siang.
“Saat kejadian ada sedikitnya 20 orang karyawan yang tengah bekerja shift siang,” ungkapnya.
Bersyukur, kedua puluh orang karyawannya masih selamat tidak ada korban jiwa. Kendati, hingga pukul 20.30 wib api belum dapat dipadamkan.
Uun mengaku, tidak tahu persis kronologis kejadiannya. Karena dirinya telah pulang dari pabrik dan ada acara ke bandung.
“Saya kurang tau persis kronologis kejadian tersebut, karena saya tadi siang sudah pulang dari pabrik langsung ke Bandung,” ungkapnya.
Menurutnya, kerugian yang dialami akibat kebakaran gudang tersebut belum diketahui besarnya kerugian perusahaan, namun pihaknya tengH menelitinya.
“akibat peristiwa terbakarnya gudang kapas tersebut, kami belum tahu berapa besarnya kerugian perusahaan kami,” ungkap Uun.
“Oleh karena itu saya belum menerima laporan yang pasti atas kerugian akibat kejadian kebakaran, yang saya terima informasi awal sekitar jam 18,00 Wib,”ungkapnya.
Akibat lainnya, karyawan langsung dipulangkan dan kemungkinan untuk mulai sabtu besok akan terus diliburkan dan belum diketahui sampai kapan merek dirumahkan. (*)
Reporter : Jafar Diding AS
Penulis : Andi Rohendi

BACA : Covid-19 Memicu Gelombang PHK Besar Besaran

BACA JUGA:  Menag Yaqut Cholil : Peran MUI Lebih Luas dan Tegas Dalam Kawal Kerukunan Beragama