ICW Minta KPK Tuntaskan Kasus Mega Korupsi Hambalang dan Bank Century di Era SBY

47
ICW
Foto Ilustrasi : Gedung Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olahraga Hambalang.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan penyelesaian dugaan Mega Korupsi pembangunan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olahraga (PPPO) di Hambalang, yang dinilai bancakan. Padahal, dalam pembangunan pembangunan tersebut nilai kerugian keuangan negara sangatlah fantastis Rp 463 miliar.

Informasi yang dihimpun, pembangunan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Olahraga Hambalang digenjot pada jaman kepemimpinan presiden di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun ironis, pembangunan pasilitas keolahragaan, hingga kini dipertanyakan dan penyelesaian perkara dana talangan Bank Century dengan nilai kerugian keuangan negara sebesar Rp 7.4 triliun di Era SBY juga.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan, Ali Fikri, mengatakan, pihaknya menghargai apa yang disampaikan ICW dan Transparency International Indonesia (TII). Bahkan menurut Ali, pihaknya juga menghargai penilaian ICW terkait kinerja KPK selama satu tahun di bawah kepemimpinan Ketua KPK Firli Bahuri.

“KPK menghargai apa yang sudah disampaikan ICW maupun TII dalam memberikan penilaian terhadap kinerja KPK selama satu tahun ini. Pada akhir tahun ini akan disampaikan secara utuh terkait kinerja KPK,” kata Ali Fikri, Selasa (05/01/21).

Sementara itu, Peneliti ICW Kurnia Ramadhana sempat menyampaikan terkait kinerja KPK, salah satunya sektor penindakan. Menurut Kurnia, yang mengalami penurunan drastis mulai dari jumlah penyidikan, penuntutan, sampai pada eksekusi putusan.

“Jika dibandingkan, penurunan kali ini berbanding jauh dengan tahun sebelumnya, yakni 2019 (21 kali), 2018 (30 kali), dan 2017 (19 kali),” kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana.

Menurut Kurnia, KPK juga tidak menyentuh perkara-perkara besar yang selama ini menjadi tunggakan di lembaga antirasuah tersebut seperti perkara korupsi KTP-elektronik dengan nilai kerugian negara Rp2.3 triliun.

“Dalam kasus ini, terdapat banyak nama politisi yang diduga menerima aliran dana dari proyek tersebut jika pada dakwaan KPK terhadap dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto. Namun hingga kini, tidak ada perkembangan lebih lanjut atas dakwaan itu,” jelas Kurnia.

Lanjut Kurnia, sejumlah lembaga termasuk ICW mempertanyakan kapan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dijerat dengan dakwaan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“ICW juga mempertanyakan terkait perkara dugaan korupsi terkait pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) selaku obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar Rp 4.58 triliun yang menjerat tersangka Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim,” seloroh Kurnia.**

ICW Minta KPK Tuntaskan Kasus Mega Korupsi Hambalang dan Bank Century di Era SBY 1