Jembatan Gantung Penghubung Dua Kampung di Simpenan Terancam Putus

802

Jembatan gantung penghubung dua kampung di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terancam putus dan ambruk.

Sukabumi I Informasi yang dihimpun, jembatan gantung beralaskan bambu seadanya, kondisinya sudah rapuh dan tali penyangga berkarat. Otomatis, kondisi tersebut, sangat mengancam keselamatan warga yang melintas.

Loading...

Jembatan gantung yang berada di Kampung Babakan menghubungi Kampung Cimanggah, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, adalah akses jalan pemintas satu-satunya yang sering dilintasi warga membawa sembako dan hasil pertanian, juga para pelajar.

“Mungkin karena jarang tersentuh perbaikan, jembatan gantung yang dibangun dengan swadaya masyarakat, berdiri sudah belasan tahun kondisi bambu sudah rapuh dan terancam terputus,” kata Kentung (45), Kepala Dusun (Kadus) Ciangkrek, Desa Mekarasih, Selasa (21/01/20).

Kentung mengaku, keberadaan jembatan gantung penghubung dua kampung, dinilai sangat vital karena kerap digunakan sebagai akses utama warga.

“Kalau tidak segera diperbaiki, dikawatirkan usia jembatan tidak menjamin akan bertahan lama, juga sangat membahayakan warga, perlu ekstra hati_hati saat melintas,” jelas dia.

Saat musim kemarau, warga masih bisa tenang saat melintasi, tapi musim penghujan aliran sungai deras dan alas jembatan licin.

“Saat ini jembatan gantung bisa dilewati saat hujan tidak turun. Kalau hujan terus meningkat, warga di sini terpaksa harus memutar arah sejauh hampir puluhan kilometer,” papar dia.

Dengan kondisi jembatan gantung yang mengancam keselamatan jiwa warga, Kentung berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) melalu intansi terkait, bisa turun tangan untuk membantu perbaikan jembatan.

“Kami bersama warga yang berada di dua Kampung, berharap pemerintah bisa turun tangan, membantu memperbaiki kondisi jembatan gantung secara permanen,” tandasnya.

Reporter : Indra Sopyan**

BACA JUGA:  Pengamat : ASN Berpose Depan Baliho Kandidat Langgar Etika
loading...