Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi

312
Juansah seorang ibu berusia 50 tahun warga Kampung Cimareme, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami cacat permanen pada kedua tangan, wajah bagian hidung, hingga sulit bernapas.

SUKABUMI I Informasi yang dihimpun, kondisi yang di deritanya, setelah kecelakaan yang di alaminya 10 tahun lalu. Membuat Juansah mengalami kesulitan bernafas karena kedua tangan dan bagian wajah ibu dari 4 orang anak ini mengalami luka sangat serius.

Hidung, mulut dan kuping bagian kirinya bahkan sudah tidak berfungsi. Dalam 10 tahun Juansah mengalami kesulitan makan dan bernafas, dan hanya mengandalkan lubang mulutnya yang berdiameter sekitar 2 cm saja.

Loading...

“Saat itu saya sedang hamil tua mengandung anak ke 4, namun karena kami keluarga miskin saat itu saya masih membantu suami untuk membuat gula merah, saat saya mau memindahkan katel besar yang berisi adonan gula mendidih untuk di cetak,” ungkap Juansah saat menceritakan kejadian 10 tahun lalu.

Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi 1

Dengan suara yang sedikit sengau dan terbata bata Juansah pun melanjutkan ceritanya. Dari penuturanya , ia pun menceritakan perjuangan nya untuk menyelamatkan bayi yang sedang di kandungnya saat itu.

“Tenaga saya yang sedang hamil tua tak seperti biasaya mampu mengangkat wajan berisi adonan gula panas itu. Sehingga badan saya tak seimbang, dan saya dihadapkan pada 2 pilihan jika tangan saya dan wajah maka perut saya yang akan tersiram, dan saya memilih untuk membungkukan badan saya ke depan untuk menyelamatkan perut saya, dan akhirnya wajah dan tangan saya yang masuk tersungkur ke wajan,” papar Juansah.

Juansah yang sempat dirawat selama 5 hari di sebuah rumah sakit swasta dikota sukabumi ini kemudian memilih pulang karena alasan biaya yang harus di tanggung keluarganya. Dan tepat 1 minggu setelah kejadian tersebut Juansah pun melahirkan secara normal anak ke 4 nya dengan kondisi tubuh yang masih mengalami luka bakar serius.

“Saat ibu melahirkan, luka ibu masih berdarah dan saat ngeden dari luka luka itu memancar darah,” ungkap Rina (26) anak ke 3 Juansah.

Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi 2

10 tahun berlalu, Juansah tetap tabah meski juga terpaksa di tinggalkan suaminya. Namun 3 bulan terakhir kesehatan Juansah semakin memburuk, lubang kecil pada hidung sebelah kiri yang ia gunakan untuk bernafas sudah tak dapat lagi ia gunakan karena tertutup gumpalan daging. Dan saat ini mulut sebagai alat makan ia gunakan juga untuk satu satunya alat pernapasan.

“Saya ingin operasi, karena saya sangat kesulitan bernafas. Namun saya hanya bisa pasrah karena tidak memiliki keuangan yang cukup, biaya hidup saya mengandalkan anak anak saya yang juga kesulitan,” sambungnya pada Tim Jampe Jampang Peduli.

Saat ini Komunitas Jampang Peduli (Jampe) tengah mengumpulkan donasi untuk membantu meringankan beban Bu Juansah, dengan cara membuka donasi atau Jampe Udunan. Untuk info bisa menghubungi Demmy anom sebagai call center Jampe.

Sumber : Jampang Peduli.

Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi 3

Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi 4

Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi 5

Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi 6

Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi 7

 

Juansah Sulit Bernapas, Jampang Peduli Buka Donasi 8

loading...