Kasus Narkoba di Kota Sukabumi, Kejaksaan Akui Meningkat

52
Narkoba
FOTO : Ribuan Narkoba Berbagai Jenis di musnahkan, Jajaran Kejaksaan Negri Kota Sukabumi.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi, Jawa Bara, musnahkan sejumlah Barang Bukti (BB) kasus narkoba dari hasil 53 perkara yang sudah ingkrah dari sisi kekuatan hukum tetap, di depan Kantor Kejaksaan Negri Kota Sukabumi, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (08/10) kemarin.

SUKABUMI I Informasi yang dihimpun, dari 53 perkara yang di tangani Kejaksaan Negri Kota Sukabumi terhitung selama Januari-September 2020. Adapun jenis kasus narkoba (BB) yang dimusnahkan, diantaranya Sabu seberat 108.4942 gram, Daun Ganja 651.5049 gram, Obat terlarang jenis Hexymer 14.738 butir, Tramadol 2.808 butir, Riklona 30 butir, Alpazolam 980 butir, Diazepan 40 butir, Merlopam 280 butir, Trihexyhenidil 700 butir dan 2.880 botol minuman keras (miras) berbagai merk.

“Selain BB dari kasus narkoba yang di musnahkan, termasuk satu senjata api jenis Air Soft Gun dan empat buah senjata tajam jenis golok dan pedang juga ikut kami musnahkan bersamaan BB narkoba,” ujar Mustaming, SH,.MH, Kepala Kejari Kota Sukabumi.

Kasus Narkoba
FOTO : Barang Bukti dalamNdalam pengungkapan kasus narkoba jenis sabu-sabu, dimusnahkan Kejaksaan Negri Kota Sukabumi.

Dari semua BB jenis kasus narkoba yang ikut dimusnahkan, Mustaming menjelaskan, terdiri dari 44 perkara kasus penyalahgunaan narkoba, 4 UU Tentang Kesehatan, UU Dalurat (Air Suft Gun) 1 perkara dan empat perkara UU Dalurat dengan BB senjata tajam jenis golok dan pedang.

“Dari 53 perkara didominasi perkara kasus narkotika (narkoba) dan UU Tentang Kesehatan, mencapai 50 persen. Sebagian besar tempat kejadian perkara di wilayah hukum Kota Sukabumi,” jelas Mustaming.

Kasus Narkoba
FOTO : BB kasus Narkoba UU Kesehatan, dimusnahkan Kejaksaan Negri Kota Sukabumi.

Dengan dimusnahkannya BB dari kasus narkoba, hasil dari berbagai perkara selama kurun waktu 10 bulan di tahun 2020. Kepala Adhyaksa Kota Sukabumi mengaku, adanya peningkatan perkara kasus narkotika dari tahun 2019.

“Semua penanganan perkara kasus narkoba yang ditangani dinyatakan sudah ingkrah. Untuk kasus narkotika sebagian besar pelaku adalah pengguna dan sisanya pengedar,” tandas Mustaming.(Red)