Kejari Kota Banjar Tetapkan Dua Tersangka Atas Kasus Penyeleweng Bantuan Progam Rutilahu

106
Kejari
Foto Dokumentasi : Tim Penyidik Kejari Kota Banjar, saat menggiring tersangka atas kasus korupsi program bantuan rutilahu.
BANJAR, jawabarat.indeksnews.com, –Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar, Jawa Barat, menetapkan dua tersangka dalam dugaan kasus korupsi Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (rutilahu) tahun 2016 di Kelurahan Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Kedua tersangka berinisial AS dan AP, di indikasikan telah memotong jumlah anggaran bantuan untuk program rehab rumah (rutilahu) warga tidak mampu. Akibat perbuatan kedua tersangka atas dugaan korupsi, Kejari Banjar mengungkapkan negara mengalami kerugian keuangan kurang lebih Rp 224 juta.

Nilai kerugian ratusan juta yang di duga diselewengkan tersangka, atas dasar hasil dari riskus dan audit Inspektorat Banjar dan selanjutnya masuk pada laporan ke Kejari Banjar.

“AS dan AP resmi ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan dititipkan di Rutan Mapolres Banjar,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Banjar Ade Hermawan melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banjar Deady Permana, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (21/11/20) kemarin.

Dalam melakukan penyelewengan bantuan program pemerintah untuk rutilahu, AS dan AP memiliki peran penting dalam penyaluran bantuan program yang didanai dari APBN sebesar Rp 1,7 miliar tersebut.

“Keduanya dijerat Pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU nomor 31 tahhun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 junto pasal 55 KUHP. Subsidernya pasal 3 dengan junto pasal yang sama,” tegasnya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Banjar Jonathan Suranta Martua menambahkan, keduanya mulai ditetapkan tersangka pada Selasa (17/11/20). Dalam perkara yang menjerat kedua tersangka atas kasus korupsi program bantuan tersebut.

“Kami sudah memiliki dua alat bukti kuat untuk menuntut dua tersangka. Barang bukti yang kita dapat sudah mencukupi untuk menjadikannya tersangka dan dituntut di Pengadilan Tipikor,” tandas dia.**