Kisruh Video Durasi 26 Detik APDESI Sukabumi, Tercium OA Berstatus Timsus Paslon

124
Kisruh
Foto : Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Teguh Heriyanto.
KiSUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com_ Kisruh kegaduhan di tengah Pilkada serentak di Kabupaten Sukabumi, dengan adanya video deklarasi sejumlah Kepala Desa yang mengatasnamakan APDESI Kabupaten Sukabumi, terus mendapatkaan sorotan sejumlah LSM dan Media dari sisi penanganan hukum yang ditangani pihak kepolisian.

Vidoe deklarasi kepala desa berdurasi 0:26 dektik yang diunggah pada Selasa (24/11/20) lalu, berawal dari kegeraman para kepala desa atas adanya surat panggilan dari LSM KPK Pasundan atas kasus dugaan yang disoroti. Para kades yang akhirnya, berinisiatif membuat video berisikan seruan, “Apadesi Kabupaten Sukabumi melawan kepada LSM dan Media yang selalu mengobok-obok Kepala Desa”.

Hingga video tersebut menyebar dan viral di media sosial maupun grup pesan singkat WhatsApp, akhirnya memicu kegeraman sejumlah LSM dan Media atas isi video yang menilai semua LSM dan Media sama selalu mengobok-obok kepala desa.

Sorotan yang mulai dibincangkan ditengah para LSM maupun Media, dimana sudah masuk sepekan dari Laporan Pengaduan (LP) yang dilayangkan sejumlah LSM dan Media kepada pihak kepolisian.

Dalam laporan yang dilayangkan, terdapat dua nama yang santer dan harus bisa mempertanggungjawabkan atas kegaduhan video deklarasi tersebut, yakni Ojang Affandi (OA) Kades Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, yang terlihat jelas sebagai penggerak video deklarasi tersebut.

Kedua Kadis DPMD Kabupaten Sukabumi Thendi Hendrayan juga harus bisa ikut bertanggungjawab atas kasus yang menjerat kepala desa yang mengatasnamakan APDESI. Meski dalam kisruh video deklarasi yang dianggap telah melukai marwah LSM dan Media secara Nasional.

Meski kedua pigur publik tersebut, belum terbukti ikut andil dalam proses video deklarasi perlawanan terhadap LSM dan Media yang dibuat di depan Kantor DPMD Jalan Kiaralawang, Palabuanratu. Mustahil pihak pucuk pimpinan DPMD tidak mengetahui akan adanya syuting video deklarasi tersebut.

BACA JUGA:  Polda Metro Olah TKP Kasus Video Asusila Gisel-Nobu di Medan

“Dalam kisruh video deklarasi yang menimbulkan kegaduhan ditengah Pandemi dan Pilkada. Hal wajar mengundang kegeraman LSM dan Media yang tidak terima dituding sama selalu mengobok-obok Kepala Desa. Meski pihak APDESI telah mengklarifikasi dan permintaan maaf, proses hukum tetap harus dijalankan sesuai aturan hukum yang berlaku,” kata Fikri Mu’adz yang aktif di salah satu Organisasi Islam di Sukabumi.

 

Kisruh
Foto Screenshot Draf SK Timsus salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, tertera nama Kades di Kecamatan Kebonpedes.

Berbarengan mencuatnya kisruh video deklarasi tersebut, muncul laporan yang sudah sekian lama jadi tanda tanya sejumlah pihak. Adanya indikasi bahwa Ojang Affandi juga tercatat sebagai salah satu ketua tim sukses salah satu pasangan calon di Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 untuk Kecamatan Kebon Pedes dengan adanya Surat Keputusan (SK) yang ditangani Paslon.

“Oh ya itu mah salah, karena sebelumnya sudah diganti dengan yang SK yang baru,” singkat Ojang dikutip dari TBO, Sabtu (28/11/20) lalu.

Sementara, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Haryanto menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan terkait laporan status Ojang Affandi yang tercatat dalam tim kampanye salah satu paslon tersebut, dan Bawaslu (Gakkumdu) sudah melakukan pemanggilan terhadap bersangkutan Ojang Affandi.

“Ya, undangan pemanggilan klarifikasi yang dilayangkan oleh Gakkumdu sudah dilakukan. Klarifikasi pemanggilan baik pelapor, terlapor dan saksi sudah selesai dilakukan, tinggal menungu hasil kajian, kelanjutannya bisa minta informasi ke bidang Gakkumdu,” kata Teguh.**(CR_1)