Konstruksi Pipa SPAM Jaringan Rancaekek diduga tidak sesuai SNI

514

 

Kegiatan penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin, Disperkimtan Kabupaten Bandung terkesan asal-asalan. Selain itu, konstruksi perpipaan diduga tidak sesuai SNI.

Bandung, Jabar.Indeknews |Berdasarkan pantauan indeksnews.com, di lokasi kegiatan pekerjaan konstruksi perpipaan SPAM untuk pengembangan jaringan SPAM perkotaan pengembangan IKK Rancaekek, tanpa pengawasan dinas terkait.

Loading...

Sehingga proyek dinilai dikerjakan asal-asalan dan kontruksi perpipaan diduga tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dalam papan proyek, dapat diketahui, nilai kontrak proyek sebesar Rp. 5.3 milliar lebih, yang harus dikerjakan selama 120 hari oleh CV. Citarum Raya sebagai perusahaan pelaksana.

Namun, dalam pelaksanaan pekerjaan pemasangan piva PDAM tersebut diduga tidak sesuai speck dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

 

Konstruksi Pipa SPAM Jaringan Rancaekek diduga tidak sesuai SNI 1
Papan proyek pekerjaan SPAM Pt Ciratum Jaya

Saat dikonfirmasi, Suroso pelaksana dari cv. Citarum Raya mengutarakan; “Memang kalau mengikuti standar nasional indonesia (SNI) mekanismenya harus seperti itu, tetapi dalam speck atau RAB tidak ada,” ungkapnya.

“bahkan kami sudah melaksanakan sesuai petunjuk dari konsultan perencana,”kata Suroso ketika di temui dilokasi kegiatan.

Menurut Suroso, kalau masalah pemadatan tanah urugan memang tidak semaksimalnya karena sekarang musim hujan jadi sulit untuk dilaksanakan pemadatan yang baik. “tapi kami langsung menabur pasir dan sebagian sudah di pelur kembali,”katanya.

“Kalau masalah speck dan RAB silahkan tanya ke konsultan perencana,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, pengurugan pipa tanpa dilakukan pemilahan sampah dalam tanah urugan (Grubbing).

Bahkan terlihat ada kesengajaan memasukan sampah kedalam galian bersamaan dengan pipa dan langsung diurug dengan tanah bekas galian.

“Tidak ada pengawas di lapangan,” Sebagai mana dalam amanat peraturan menteri pekerjaan umum (permen PU ) no 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum yaitu bagian kedua wewenang dan tanggung jawab pemerintah, pasal 38 butir b, menetapkan, norma, standar, pedoman, dan manual.

Oleh karena itu pelaksanaan pekerjaan SPAM selain seakan tidak ada pengawasan dinas terkait. diduga melanggar amanat permen PU no 16 tahun 2005.

Menurut beberapa warga yang terdampak dari pekerjaan tersebut.

“pekerjaan pemasangan pipa transmisi atau distribusi air bersih terlihat asal-asalan, karena menurut aturan seharusnya dalam pemasangan pipa harus kering dari air permukaan,” ungkap Budi warga sekitar jalan raya Majalaya Rancaekek.

Selain itu, menurutnya pengurugan pipa yang sudah dipasang memakai tanah yang seadanya yang bercampur dengan krikil dan sampah.

“Pipa di urug dengan tanah seadanya serta tidak memakai pasir dibawah pipa sebelum dipasang atau yang dinamakan elevasi,” sebut Budi menyoroti.

Padahal, proyek ini menelan anggaran cukup besar. “Ini anggaran untuk proyek pemasangan pipa distribusi air bersih sangat besar tapi entah kenapa pelaksanaan pekerjaan terkesan asal jadi saja, ” katanya

Disamping itu, warga mengeluhkan etika pengerjaan. terutama warga yang mempunyai tempat usaha/jualan.

“Dengan adanya galian pipa tersebut menghalangi dan mengurangi omset jualan, bahkan tanpa ada pemadatan yang benar setelah dilaksanakan urugan lubang pipa,” keluhnya.

Warga lainnya Carta, berjualan di kios yang jalannya dilalui saluran pipa. “Saya merasa dirugikan dengan adanya galian tersebut, karena galian pipa menghalangi jalan sehingga para konsumen kami tidak bisa parkir dihalaman depan jualan,”ungkap Carta yang jualan komputer.***

Penulis : Japar DAS
Editor : Andi Rohendi

loading...