Menag Yaqut Cholil : Peran MUI Lebih Luas dan Tegas Dalam Kawal Kerukunan Beragama

51
Menag
Foto Dokumentasi.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) lebih luas dan tegas dalam mengawal kerukunan beragama di Indonesia. Harapan ini disampaikan Menag saat menyampaikan sambutan pada pengukuhan Dewan Pimpinan MUI periode 2020_2025 di Jakarta, Kamis (24/12/20).

Menurut Menag Yaqut Cholil Qoumas, keberlangsungan pembangunan secara Nasional banyak dipengaruhi oleh meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama pada umumnya. Pembangunan tidak bisa berjalan lancar tanpa disertai terbangunnya kualitas kehidupan beragama yang rukun, damai, dan sejahtera.

“Kwalitas kerukunan beragama adalah faktor penting tercapainya pembangunan nasional. Dalam konteks inilah, kita berharap peran MUI yang lebih luas dan tegas dalam mengawal kerukunan,” tegas Menag.

Menag menitip beratkan dan meyakini peran para tokoh agama, pimpinan ponpes, ormas keagamaan, dan seluruh elemen bangsa sangat jelas dalam menciptakan kerukunan di tengah masyarakat.

“Wajah Indonesia yang sangat kita cintai, sebuah warna keberagamaan yang begitu soft, menjadikan Indonesia kini sebagai rujukan dalam mengelola harmoni,” papar dia.

Gus Yaqut menilai, MUI adalah pilar penting tegaknya NKRI, sejarah mencatat MUI lahir dan tumbuh ditengah kemerdekaan dan perkembangan pembangunan di Sabang sampai Merauke, memberi warna pembangunan nasional.

“MUI adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa. Karena itulah, eksistensinya akan selalu dijaga bersama dalam bingkai NKRI,” tegas Menag.

Menag
Foto Dokumentasi.

Lanjut Gus Yaqut, MUI juga menjadi bagian dari wajah keberagamaan masyarakat Indonesia yang sangat santun. MUI juga adalah representasi dari relasi ulama dan umara yang saling menghormati dan mengisi. Ada banyak moment di mana keduanya saling mengisi, saling mengoreksi dan bahkan saling berbagi peran dalam syiar kerukunan agama.

“Inilah relasi harmoni ulama dan umara yang harus kita jaga dan diperkokoh. Kita percaya sosok-sosok tokoh dalam MUI adalah para ulama terpilih yang tak diragukan lagi komitmen kebangsaan yang dimiliki. MUI merupakan Khadimul Ummah Shadiqul Hukumah atau Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah,”seloroh Menag.

Menag menegaskan, pihaknya tak akan sungkan membuka kemitraan yang seluas-luasnya bersama MUI dalam membangun dan menjaga kerukunan agama. Melalui Kementerian Agama telah menyiapkan beragam program pembangunan bidang agama.

“Tentu kami tak dapat menjalankannya sendirian, semuanya perlu keterlibatan masyarakat, tokoh agama dan ormas Islam. Persatuan akan semakin meneguhkan langkah kita dalam dakwah dan pembangunan,” tandas Menag.

Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI periode 2020_2025 di Jakarta, Selain dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, tampak juga Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Periode 2020-2025, Sejumlah Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, serta para Tokoh Agama dan Pimpinan Ormas Islam.**