Mendes PDTT : Tiga Prioritas Yang Wajib Diperhatikan Dalam Penggunaan Dana Desa 2021

49
Mendes PDTT
Foto : Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan dalam penggunaan Dana Desa (DD) yang akan dikucurkan tahun 2021 difokuskan pada tiga prioritas.

Mendes PDTT menuturkan, Pertama adalah pemulihan ekonomi nasional, Dana Desa (DD) dapat digunakan untuk membentuk mengembangkan dan merevitalisasi Badan usaha milik desa (BUMDes) maupun BUMDes Bersama (BUMDesma).

“Nantinya BUMDes ini akan menjadi ujung tombak untuk pertumbuhan ekonomi di desa-desa, apalagi keberadaan BUMDes atau BUMDesma sudah berbadan hukum,” ujar Abdul Halim Iskandar Mendes PDTT dalam rilis yang dilansir kemdesa.go.id, Jum’at (11/12/20).

Dalam upaya pemulihan ekonomi, Abdul Halim Iskandar juga akan fokus pada penyediaan listrik desa (Lisdes). Pasalnya, masih banyak desa di tanah air yang belum mendapatkan aliran listrik, utamanya di daerah pelosok Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur dan daerah lainnya.

“Kemudian dana desa bisa digunakan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola oleh BUMDes dan BUMDesma. Juga untuk penyediaan air listrik untuk daerah yang dikatagorikan belum teraliri listrik,” jelas Abdul Halim.

Fokus kedua, untuk pelaksanaan program prioritas nasional, berupa pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya, dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Mendes PDTT menginginkan di tahun 2021 ada percepatan di bidang digitalisasi ekonomi supaya produk unggulan desa dapat diekspos dan terkoneksi dengan offtaker, dan desa mendapat fasilitas penunjang dalam proses produksi, market produk unggulan desa secara daring.

“Masih pada program prioritas nasional, ada juga mengembangkan desa wisata, desa inklusi, dan penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa, kedepannya sudah bisa secara digital dalam segi hal pengembangan desa,” papar Abdul Halim.

Lanjut Mendes PDTT, fokus yang ketiga adalah untuk segi adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau desa tangguh atau aman Covid-19 (Corona). Selain itu, Abdul Halim membeberkan prioritas penggunaan Dana Desa (DD), Abdul Halim Iskandar menjelaskan, tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Dana Desa (DD).

Pertama : harus sesuai dengan kewenangan atau kegunaan desa.

Kedua : segala bentuk pembangunan yang bersumber dari dana desa wajib dikerjakan secara swakelola, tidak boleh anggaran dana desa dikerjakan dipihak ketigakan.

Ketiga : harus dikerjakan dengan metode Padat Karya Tunai Desa (PKTD), baik infrastruktur produktif maupun ekonomi produktif.

“Infrastruktur produktif bisa dilakukan oleh pemerintah desa, tapi kalau sudah bicara ekonomi produktif maka PKTD hanya boleh dilakukan oleh BUMDes, hal tiga tersebut harus diperhatikan dan dilaksanakan secara baik dan tepat sasaran,” tandas Abdul Halim.**