Mengatasi Sampah Rumah Tangga, Pinjam Uang Dibayar Dengan Sampah

165
Untuk mengatasi sampah rumah tangga, Paguyuban Sinar Pusaka menyediakan bank sampah dan buka Usaha Simpan Pinjam (USP) untuk modal usaha kecil bagi warga sekitar dibayar dengan sampah rumah tangga
BANDUNG,INDEKSNEWS.COM| Sejumlah pihak menilai, sampah rumah tangga, pasar maupun sampah lainnya merupakan masalah klasik yang hingga saat ini belum dapat terselesaikan hampir di semua negara, khususnya di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Bandung pun masih terus berusaha untuk kerja keras bagaimana mengatasi permasalahan sampah yang tidak kunjung selesai pada setiap harinya. Sampah yang dihasilkan warga Kabupaten Bandung itu mencapai ratusan ton setiap harinya.
Sampah
Bank sampah tempat penukaran sampah rumah tangga
Atas dasar persoalan sampah tersebut, salah satu organisasi masyarakat yang didirikan oleh H. Aswan dan kawan-kawan, yaitu Paguyuban Sinar Pusaka ikut peduli menjaga kebersihan lingkungan dengan cara mendirikan bank sampah “Mulya Sari”.
H. Aswan mengatakan, bank sampah itu dikelola oleh warga setempat di Kampung Sindangsari lio RT 01/RW 07 Desa Mekarmaju Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung.
“Dengan adanya bank sampah ini,
masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Tetapi sampah yang dihasilkan di rumah tangganya masing-masing diantarkan ke bank sampah dan ditukarkan dengan uang. Kata H. Aswan kepada Wartawa
Lanjut H. Aswan, hal ini dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa sampah dapat menghasilkan uang dan bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri. Karena itu, kita harus bijak memperlakukan sampah,” tutur Aswan kepada wartawan di Kampung Sindangsari Lio, Senin (19/5/2020).
Disamping itu, imbuh Aswan, Paguyuban Sinar Pusaka ini juga peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakat, yang mana di Kabupaten Bandung masyarakat tersebut kerap diresahkan dengan keberadaan “bank emok” yang mulai merambah kawasan perkampungan.
“Dampak bank emok itu, banyak masyarakat tercekik karena tak bisa mengembalikan pinjamannya. Tidak sedikit dampak dari bank emok ini menimbulkan ketidakharmonisan atau keributan di dalam rumah tangga yang berujung terjadi percekcokan dan perceraian,” tuturnya.
Seiring hal tersebut, Aswan sebagai pengurus Paguyuban Sinar Pusaka juga turut mendirikan Usaha Simpan Pinjam (USP) “Riksa Kasih” untuk modal usaha masyarakat kecil. “Dengan adanya lembaga usaha ini dapat mencegah bank emok yang selama ini kerap menjerat warga,” ucapnya.
Dengan adanya lembaga usaha tersebut, Aswan mengatakan, teknisnya warga atau nasabah meminjam uang untuk modal usaha dan pembayarannya dengan sampah.
“Harapan kami mudah-mudahan dengan hadirnya bank sampah dan usaha simpan pinjam ini dapat membantu program pemerintah dalam mengatasi sampah dan ikut meringankan beban hidup masyarakat,” tuturnya.

Mengatasi Sampah Rumah Tangga, Pinjam Uang Dibayar Dengan Sampah 1

Aswan pun berharap kedepannya
mendapat perhatian dari pemerintah, termasuk bantuan permodalan agar paguyuban ini semakin besar hingga jangkauannya akan semakin luas.
“Kami mendirikan paguyuban ini untuk membantu masyarakat, baik dari persoalan sampah hingga ekonomi. Pasalnya, kedua persoalan ini tidak akan pernah berakhir selama ada kehidupan manusia,” ungkapnya.
BACA JUGA:  Yusuf Kalla dapat Gelar Honoris Causa dari ITB, Ridwan Kamil: Beliau Adalah Teladan
loading...