Merapi Terus Meningkat BPPTKG Siaga Kegempaan

65
Merapi
JOGJA, jawabarat.indeksnews.com_
Aktivitas Gunung Merapi terus meningkat. Dalam laporan Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengumumkan jumlah aktivitas kegempaan yang lebih tinggi dari pekan sebelumnya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, gunung Merapi pada rentang 30 Oktober sampai 5 November, terjadi 139 kali gempa vulkanik dangkal, 1.663 kali gempa multifase, 9 kali gempa low frekuensi, 391 kali gempa guguran, 330 kali gempa hembusan dan sembilan kali gempa tektonik banyak.

“Aktivitas Merapi lebih tinggi dibanding pekan lalu,” kata Hanik, Sabtu (07/11/20).

Sebagai perbandingan, lanjut Hanik data pengamatan Gunung Merapi pada rentang 23-29 Oktober, terjadi 81 kali gempa vulkanik dangkal, 864 kali gempa multifase, 10 kali gempa low frekuensi, 376 kali gempa guguran, 286 kali gempa hembusan dan tujuh kali gempa tektonik.

Meski demikian, analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara pada 3 November 2020 dibanding 30 Oktober 2020 tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah.

“Perhitungan kubah lava pada hati yang sama yakni sebesar 200.000 meter persegi. Sejauh ini tidak teramati pula adanya material magma baru,” ujar Hanik.

Melihat deformasi yang dipantau gunakan Electronic Distance Measurement (EDM) pada rentang pengamatan tersebut menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar sembilan cm per hari.

“Meski terjadi hujan, tidak dilaporkan adanya lahar atau penambahan aliran di sungai yang berhulu di Gunung itu. Untuk laporan harian pada Sabtu (7/11), dari pengamatan pukul 00.00-12.00 WIB tercatat 22 kali gempa guguran, delapan kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frekuensi, 56 gempa multifase dan 10 kali gempa vulkanik dangkal,” jelas dia.

Dari data tersebut, Hanik memaparkan status aktivitas Gunung Merapi masih Siaga sejak Kamis (05/06) lalu. Hingga aktivitas tambang dan wisata dilarang di kawasan rawan bencana (KRB) III.

“Pemerintah daerah di sekitar Gunung diminta untuk mempersiapkan segala keperluan mitigasi karena erupsi bisa terjadi setiap saat, intinya untuk lebih meningkatkan kewaspadaan,” tandas Hanik.**