Oknum Pegawai Kecamatan Sukalarang, Diduga Palsukan Status Perkawinan Dalam Suket Pengganti KTP Elektronik

712

Berdasarkan Surat Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri No. 471.13/10231/DUKCAPIL, tertanggal  29 September 2016 perihal format surat Keterangan Pengganti KTP elektronik. Atas nama pemohon sdri. ENI dipalsukan, Kuat dugaan   pelaku oknum pegawai Kecamatan Sukalarang. 

Sukabumi | Terkuak dalam Surat Keterangan (Suket-red) yang di tanda tangan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sukabumi H. Sopyan Effendi, menerangkan bahwa NIK  : 3202364705920004, atas nama : ENI, Tempat Tanggal Lahir : Sukabumi, 07-05-1992, Jenis Kelamin : Perempuan , Alamat : Kp. Sukalarang Rt. 2 Rw. 6, Kel/Desa : Sukalarang, Kecamatan : Sukalarang,  Agama : Islam, Status Perkawinan Cerai Hidup, Pekerjaan : Mengurus Rumah Tangga,  Kewarganegaraan : WNI.

Oknum Pegawai Kecamatan Sukalarang, Diduga Palsukan Status Perkawinan Dalam Suket Pengganti KTP Elektronik 1
Foto : Kadis Dukcapil Kab. Sukabumi H. Soyan Effendi

Namun kuat dugaan data administrasi terkait identitas diri pemohon dalam Suket tersebut  sarat manipulasi. Tercatat dalam Status Perkawinan “Cerai Hidup”. Hal itu akhirnya  menuai protes hingga membuat geram Ae jaenudin selaku suami atas nama pemohon.

Loading...

Ae, mengatakan, ” Dirinya, tidak pernah menceraikan istrinya secara hukum agama atau pun secara hukum aturan negara. Namun diakuinya selama 2 tahun ini, kondisi rumah tangganya tengah dirundung permasalahan yang disebabkan tekanan dari pihak orang tua isterinya (mertuanya-red), yang berusaha untuk memisahkannya dengan isterinya tersebut.

” Saya, tidak pernah memberikan talaq /menceraikan isteri saya baik secara aturan agama ataupun hukum aturan negara, meskipun dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun ini, kondisi rumah tangga tengah dirundung permasalahan akibat tekanan mertuanya,” ujarnya

Lalu, Ia menuturkan, ” Meskipun sering mendengar kabar miring dari tetangganya tentang isterinya, (selingkuh-red) dengan pria lain, tapi tidak langsung percaya begitu saja. Tetapi atas dasar informasi itu, dirinya berusaha mencari kebenaran kabar tersebut.

Lanjutnya, setelah usut punya usut , Ia membenarkan kabar miring tentang isterinya tersebut. Lebih kaget lagi diakuinya, ” Bahwa isterinya sudah melangsungkan pernikahan dengan pria lain dan dijodohkan oleh orang tuanya/mertuanya sendiri, dengan cara memalsukan identitas status perkawinan isterinya, Padahal diketahui hingga saat ini masih sah sebagai isterinya.

BACA JUGA:  Anggota Sabhara Polres Sukabumi Boyong Medali Emas Sea Games 2019

”  Usut punya usut kabar miring tersebut terbukti kebenarannya, lebih kaget isterinya sudah melangsungkan pernikahan dengan Pria selingkuhannya disaksikan oleh orang tuanya sendiri, padahal diketahui sdri. Eni masih menjadi isteri sah saya,” tutur Ae

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sukabumi H. Sopyan Effendi ketika dikonfirmasi di ruang Kabid Pelayanan Penduduk,terkait adanya dugaan pemalsuan identitas ” Status Perkawinan ”  yang tercatat dalam Suket sebagai pengganti KTP elektronik, ” Beliau mengatakan pihaknya terlebih dulu akan menelusuri data tersebut dengan melakukan pengecekan di bidang IT dan apabila terbukti data itu dipalsukan, Pihaknya mempunyai kewenangan untuk mencabut kembali Surat keterangan pengganti KTP elekrlronik itu.

” Sebagai Pejabat Tata Usaha Negara (TUN) berdasarkan azas Contrasius Actus pihaknya mempunyai kewenangan untuk menarik / mencabut kembali Surat Keterangan pengganti KTP elektronik itu,” terangnya.

Lanjutnya, menegaskan, ” Apabila terbukti data identitas pemohon itu dipalsukan dan tercatat dalam Surat Keterangan (Suket) yang diterbitkan oleh stafnya, apalagi dengan dugaan adanya bergaining biaya. Dirinya tidak akan segan untuk memberikan sanksi administrasi kepada stafnya.

” Jika benar terbukti data identitas pemohon yang tercatat dalam Surat Keterangan (Suket) yang diterbitkan oleh Disdukcapil ternyata benar dipalsukan oleh stafnya dengan dugaan adanya bergaining biaya, Pihaknya tidak akan segam untuk sanksi administratif kepada stafnya, serta melaporkan kasus tersebut ke pihak APH untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, sehingga ada efek jera serta menjadi pembelajaran pegawai Disdukcapil lainnya,” tegas Sopyan.

Lebih lanjut, H. Sopyan Effendi mengatakan,” Setelah dilkukan pengecekan di bidang IT, Surat keterangan pengganti KTP elektronik tersebut diterbitkan oleh operator Kecamatan Sukalarang, dan pihaknya akan membantu memediasi dengan cara melakukan pemanggilan kepada Camat Sukalarang dan operatornya beserta pihak keluarga pemohon atas nama Sdri. ENI untuk dimintai keterangannya.

BACA JUGA:  Tak Terima Hasil Pilkades Cidadap, Ratusan Massa FKMC Kepung Kantor Kecamatan

” Dengan diilakukannya mediasi, ,maka akan terungkap letak permasalahan dan siapa otak pemalsuan data identitas yang tercatat dalam Suket tersebut,” tandasnya.

Loading...
loading...