Pandemi Covid-19 KBM Tatap Muka di Sukabumi Jadi Pembahasan, Ini Langkah DPRD?

38
Covid-19
Foto Dokumentasi Sekwan DPRD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
SUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com_Sejak adanya wabah virus Covid-19 menyerang secara Nasional di Indonesia, Pemerintah melakukan upaya-upaya untuk melakukan pencegahan dalam memutus mata rantai penyerahan virus asal Wauhan Cina di sejumlah wilayah.

Termasuk langkah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil langkah pencegahan akan penyebaran wabah Covid-19 di kalangan pelajar, dengan memberlakukan Pembelajaran Daring (Online). Berdasarkan, pertimbangan usulan untuk kembali dilakukan Pembelajaran Tatap Muka, Menteri Pendidikan mewacanakan akan kembali dibuka pada 2021, dengan pertimbangan syarat Protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan.

Namun, wacana pemerintah dinilai sejumlah pihak perlu diperhatikan dan dipertimbangkan kembali dari sisi persiapan yang dimiliki lembaga pendidikan mulai TK, SD, SMP, SMA dan lainya.

Covid-19

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, penyebaran Covid-19 terusan mengalami peningkatan jumlah yang terpapar. Untuk itu DPRD Kabupaten Sukabumi dengan cepat melakukan Rapat Konsultasi bersama instansi terkait, dengan hasil yang disampaikan berdasarkan surat rekomendasi penundaaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah-sekolah di Sukabumi.

Dalam rapat Rapat Konsultasi tersebut dihadiri berbagai unsur, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, para direktur RSUD, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dihadiri dokter spesialis anak dan paru-paru, Satgas Penanganan Covid-19, para Kepala Sekolah dan Komite Sekolah, di Gedung DPRD, Jalan Kompleks Perkantoran Jajaway Palabuanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (07/01/21) lalu.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmanagara mengatakan, pada Rapat Konsultasi yang dilakukan secara pertimbangan dan memecahkan kondisi mampu kepentingan keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Sukabumi, ditengah Pandemi Covid-19.

“Kami sebagai wakil rakyat berkewajiban untuk memberikan ruang kepada perkembangan dunia pendidikan, dimana para wali murid yang diwakili Komite Sekolah menginginkan KBM tatap muka segera diberlakukan, namun para dokter yang hadir menyatakan bahwa KBM tatap muka masih sangat riskan di tengah kasus Covid-19 yang belum juga turun. Ini perlu dipecahkan bersama-sama agar tidak terjadi peningkatan kasus yang tidak diinginkan dampak Covid-19,” kata Yudha Sukmagara.

Disisi lain, para medis atau dokter berpendapat, anak-anak sekolah belum terbiasa melaksanakan budaya kesehatan yang baik, khususnya 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Selain itu di Kabupaten Sukabumi belum tersedia ruang isolasi dan tenaga medis yang mencukupi. Karena itu mereka tetap menyarankan pembejaran jarak jauh (PJJ) tetap dijalankan.

“Berdasarkan pemaparan para ahli dan pejabat terkait, DPRD mengusulkan melalui rekomendasi penundaan KBM tatap muka. Mewakili lembaga legislatif, rekomendasi akan diteruskan kepada pihak-pihak terkait dalam waktu dekat, semua itu untuk kebaikan masyarakat, khususnya anak-anak pelajar,” jelas Yudha.

Covid-19

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Tubagus Wahid Ansor mengakui, sudah menerima rekomendasi penundaan KBM tatap muka dari DPRD Kabupaten Sukabumi.

“Ya, sudah kami terima rekomendasi tersebut, Dinas Pendidikan akan mengoptimalkan sistem simulasi KBM tatap muka, dengan segala pertimbangan dan kewajiban yang perlu diperhatikan dalam KBM tatap muka jika dilaksanakan, tapi semua masih dalam tahap perencanaan,” kata Tubagus Wahid Ansor.

Nantinya, kata Tubagus KBM tatap muka akan dilaksanakan sekolah SD dan SMP di wilayah paling aman dari serangan Covid-19.

“Persyaratannya sangat ketat. Kemungkinan hanya satu SD di satu kecamatan dan hanya 8 SMP se-Kabupaten Sukabumi,” tandas Tubagus.**

Pandemi Covid-19 KBM Tatap Muka di Sukabumi Jadi Pembahasan, Ini Langkah DPRD? 1