Pemerintah Siap Rekrut Satu Juta Guru Sebagai PPPK

37
Pemerintah
Foto Ilustrasi.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Pemerintah bersiap untuk merekrut satu juta guru sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan bertugas di tahun 2021.

Informasi yang dihimpun, saat ini pemerintah sedang melakukan skema penjaringan rekrutme pensiun untuk para guru kontrak ini, pegawai PPPK ini akan berbeda dengan skema pensiun PNS.

“Ya, sekarang sedang dibahas dan dimatangkan, PP (Peraturan Pemerintahnya) mungkin segera akan ditetapkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, dalam konferensi pers di Jakarta.

Saat ini, Bima menjelaskan untuk pembayaran uang pensiun PNS menggunakan skema Pay As You Go alias Manfaat Pasti. Jadi, setiap bulan PNS ini akan membayar iuran dari potongan gaji mereka.

“Lalu saat pensiun, mereka dapat tunjangan hari tua yang dibayarkan sekaligus dan uang pensiun bulanan,” jelas Bima.

Bima memparkan, pemerintah telah menyiapkan dua skema, diantaranya dalam skema pertama ini, anggaran APBN ikut membayar uang pensiun PNS tersebut. Sehingga, beban APBN menjadi bertambah.

“Sekecil apapun sebesar apapun jumlah iurannya, jumlah pensiun yang diterima tidak berkurang, itu manfaat pasti,” papar Bima.

Sistem tersebut, akan diubah menjadi Fully Funded, dalam skema kedua ini, para guru PPPK akan membayar iuran dari persentase penghasilan mereka alias Take Home Pay (THP).

“Dengan cara itu, pemerintah yakin uang pensiunan untuk guru PPPK akan jauh lebih besar, dibandingkan dengan skema pertama,” seloroh Bima.

Hanya saja, Bima belum bisa menjelaskan berapa persen penghasilan guru PPPK ini akan dipotong untuk membayar iuran pensiun. Sehingga, belum bisa dipastikan iuran pensiun di skema fully funded akan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan skema Pay As You Go.

“Perubahan skema pensiun ini sebenarnya tidak hanya akan menyasar guru PPPK saja, tapi juga PNS secara keseluruhan. Tapi saat ini, fokus perubahan skema baru dilakukan untuk guru PPPK saja, yang akan direkrut mulai 2021. Sekali lagi kami tegaskan U
untuk skema pensiun PNS, masih sedang dibahas,” tandas dia.**

Sumber : Tempo.