Pemkab Klaten Perpanjang Status Darurat Gunung Merapi Hingga 15 Desember 2020

56
Klaten
Foto Ilustrasi Gunung Merapi
KLATEN-jawabarat.indeksnews.com -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, perpanjang status keadaan darurat dalam menyikapi potensi letusan Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Status tanggap darurat menurut informasi berlaku mulai tanggal 25 November hingga 15 Desember 2020 mendatang. Penetapkan perpanjangan tanggap darurat yang ketiga kalinya, sebelumnya berlangsung pada 9 November hingga 16 November 2020 dan perpanjangan kembali pada 17 hingga 24 November 2020.

Perpanjangan ketiga status tersebut berdasarkan Surat Pernyataan Status Tanggap Darurat Bencana Letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten Nomor 360/703/2020 yang berlaku selama 21 hari.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPN Klaten Dr. Raditya Jati mencatat lebih dari 300 warga mengungsi ke dua titik pengungsian. Warga yang mengungsi berasal dari desa-desa yang direkomendasikan oleh BPPTKG untuk dievakuasi sementara waktu.

“Sebanyak 392 warga dari Desa Tegal Mulyo, Sidorejo dan Balerante, khususnya diprioritaskan kelompok rentan, mengungsi ke tempat yang telah dipersiapkan pemerintah kabupaten. Ketiga desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten,”kata Dr. Raditya, Senin (30/11/20).

Adapun rincian total warga yang mengungsi per Jumat, 27 November 2020, sebagai berikut dewasa 219 jiwa, anak-anak 63 jiwa, lansia 56 jiwa, balita 34 jiwa, disabilitas 9, ibu menyusui 7 dan ibu hamil 4.

Sementara itu, Dr. Raditya mengatakan
total warga yang tersebar di 15 titik pengungsian berjumlah 2.318 jiwa. Mereka tersebar di empat kabupaten yang berpotensi terdampak, antara lain Boyolali, 905 jiwa, Magelang 785, Klaten 392 dan Sleman 236.

“Berdasarkan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, BPPTKG menetapkan status vulkanik dari level II menjadi level III atau ‘Siaga’ pada 5 November 2020 lalu. Menyikapi kondisi tersebut, BPPTKG merekomendasikan beberapa poin, antara lain rekomendasi prakiraan daerah bahaya di Provinsi Jateng dan DIY, yang mencakup Desa Glagaharjo, Kepuharjo, dan Umbulharjo di Kabupaten Sleman,” paparnya.

Lanjut Dr. Raditya, sedangkan tiga Kabupaten di Jawa Tengah, desa yang masuk daerah berbahaya yaitu Desa Ngargomulyo, Krinjing, Paten, Tlogolele, Klakah, Jrakah, Tegal Mulyo, Sidorejo dan Balerante.

Tercatat oleh BPPTKG, letusan terakhir terjadi pada 21 Juni 2020 dengan tinggi kolom erupsi 6.000 m di atas puncak.**