Pemprov DKI Jakarta Kini Bisa Hukum Pasien Covid-19 Yang Kabur

34
Pemprov
Foto Dokumentasi Gedung DPRD Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA-jawabarat.indeksnews.com,
Pemprov DKI Jakarta kini bisa menjerat pasien virus Covid-19 (Corono) yang berani kabur dari rumah sakit, yang tidak mau melakukan perawatan masa pemulihan.

Hal tersebut diambil pada padangan DPRD setelah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Covid-19 dalam rapat Paripurna yang digelar di gedung DPRD DKI DKI Jakarta pada Senin (19/10/20) kamarin.

Untuk hukuman denda diberlakukan pasien bisa mencapai Rp 5 juta. Tidak hanya itu denda tersebut diputus di pengadilan.  Sehingga perkara itu tetap dihitung pidana walau kurungan 6 bulan penjara yang tercantum dalam Raperda telah dihapus.

Loading...

“Bagi setiap orang yang terkonfirmasi Covid-19 yang dengan sengaja meninggalkan fasilitas isolasi atau fasilitas kesehatan tanpa izin petugas, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp 5.000.000,” bunyi pasal 32 Perda tersebut.

Untuk hukuman atau sanksi tersebut, dikenakan pada Pasien yang melarikan diri dari rumah sakit. Denda juga bakal dikenakan bagi mereka yang mengambil paksa jenazah pasien corona untuk dimakamkan sendiri tanpa adanya protokol kesehatan dengan denda minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 7,5 juta.

“Setiap orang yang melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp7.500.000,” bunyi pasal 31 ayat 1 Perda tersebut.

Denda dengan nominal Rp 5 juta tersebut, juga bakal dikenakan pada masyarakat yang tidak mau melakukan swab tes. Hal ini tertuang dalam pasal  29 Perda.