Pemprov Optimis Menara 99 Sabilulungan Mal Pelayanan Publik Usai 2021

118
Pemprov
Foto : Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja saat Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan Lembaga Penyelenggaraan Layanan yang Bergabung dalam Mal Pelayanan Publik Sabilulungan di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Soreang, Kab. Bandung, (01/12/20 lalu.
BANDUNG,jawabarat.indeksnews.com_Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan hadir di Menara 99 Sabilulungan, Mal Pelayanan Publik yang akan dibangun di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja saat menandatangani MoU bersama lembaga pemerintah lainnya dan swasta, Selasa (01/12/20) lalu.

Total ada 19 lembaga yang terlibat, termasuk Pemda Provinsi Jabar ikut dalam MoU Ikatan Arsitektur Indonesia, Ikatan Notaris Kabupaten Bandung, Badan Perlindungan Migran, Bank BJB Cabang Soreang, PDAM Tirta Raharja, KPP Pratama Majalaya, KPP Pratama Soreang, Badan Pertahanan Nasional Kabupaten Bandung.

Selain itu ada juga Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Pengadilan Soreang Kelas IIA, BPOM, Badan Nasional Narkotika Kota Cimahi, Polresta Bandung, Imigrasi Kelas I, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, PT Taspen, PT Jasa Raharja dan BP2MI.

Sekda Pemprov Jabar Setiawan Wangsaatmaja sangat mendukung dan mengapresiasi wacana pembangunan Menara 99 Sabilulungan. Menurutnya, Mal Pelayanan Publik tersebut nantinya akan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan publik. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi MPP.

“Mal Pelayanan Publik kedepannya harus efisien, menghemat waktu, jaraknya terjangkau, dan terjamin standardisasinya. Jangan sampai masyarakat atau investor dibikin kapok apabila mengurus izin bertele-tele dan lama,” kata Setiawan Wangsaatmaja.

Lanjut Setiawan, dengan kehadiran Menara 99 Sabilulungan, masyarakat yang membutuhkan pelayanan satu pintu dapat mengurus banyak keperluan dalam satu waktu dan diselesaikan oleh satu pelayanan saja.

“Jadi tidak harus pergi ke kantor itu, pergi lagi ke kantor yang lainya, itu semua akan terselesaikan dengan hadirnya Menara 99 Sabilulungan,” jelas Setiawan.

Pemprov Jabar, Setiawan merasa optimistis Menara 99 Sabilulungan akan menjadi MPP yang dapat diandalkan masyarakat Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

“Pastinya akan lebih enak gitu ya, bisa lebih nyaman khususnya tidak hanya untuk para investor tetapi untuk masyarakat warga Kabupaten Bandung pun akan terlayani dengan baik,” kata Setiawan.

Seiring waktu dan proses pembangunan, Setiawan pun yakin nanti akan lebih banyak badan pelayanan publik yang bergabung di Menara 99 Sabilulungan.

“Dengan inisiatif kita kumpulkan semua lembaga maupun perangkat dinas terkait awalnya 18 lembaga, kami yakin itu akan bertambah untuk mempertajam pelayanan masyarakat,” jelas Setiawan.

Pemprov
Foto Sekda Pemprov Jabar Setiawan Wangsaatmaja.

Untuk itu, Setiawan berharap dan berpesan kepada masyarakat Kabupaten Bandung, agar memaksimalkan fasilitas yang sudah disediakan. Kepada Pemkab Bandung sebagai yang punya lokasi, Sekda meminta gar Menara 99 dikuatkan juga dengan sistem teknologi informasinya yang serba digital dan modern.

“Apalagi ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, selain infrastruktur fisik juga perlu diperhatikan dan dikuatkan adalah infrastruktur teknologi informasinya. Saat ini sudah era teknologi informasi, di samping SDM harus mumpuni. Jadi jangan sampai adanya mal pelayanan publik malah lebih lama,” tandas Setiawan.

Sementara itu Bupati Bandung Dadang M. Naser mengatakan, Menara 99 Sabilulungan nantinya memiliki tiga lantai sehingga multifungsi. Lantai dua dan tiga untuk perkantoran dan pelayanan publik, sementara lantai satu untuk para UMKM.

“Di lantai satu menjadi etalasenya UMKM Bandung atau program 1.000 Kampung UMKM. Jadi produk yang dihasilkan harus mempunyai daya saing baru dan akan tampil di situ sebagai tempat yang sudah dipersiapkan untuk pelaku usaha,” kata Dadang.

Lanjut Dadang, untuk lantai dua dan tiga akan diperuntukkan untuk semua pelayan publik yang sifatnya perizinan maupun non perizinan, termasuk perkantoran yang menopang pelayanan masyarakat.

“Menara 99 Sabilulungan juga akan dilengkapi dengan menara telekomunikasi setinggi 32 meter, dengan kabel optik yang merupakan BTS terpadu penunjang infrastruktur jaringan internet. Keceatan internet menjadi atensi khusus karena akan mempengaruhi kualitas layanan,” papar Dadang.

Di lantai paling atas, Bupati Bandung menambahkan, terdapat Carpentaria yang merupakan kedai kopi seluas 20 meter. Setelah mendapatkan kemudahan dalam mengurus perizinan, masyarakat dapat makan dan menikmati pemandangan Cekungan Bandung dari Soreang dengan view 180 derajat.

“Terakhir, Pemkab Bandung menaruh kujang setinggi 7 meter di menara paling atas sebagai ikon” tandas dia.

Untuk diketahui, Menara 99 Sabilulungan merupakan MPP di Jabar setelah Kabupaten Sumedang, Kota Bogor, dan di Bekasi. Dengan akan dibangunnya Menara 99, maka MPP di Gading Tutuka rencana akan dipindahkan.

Kenapa di sebut Menara 99 Sabililungan karena tinggi keseluruhan dari bawah sampai puncak tepat 99 meter, juga terinspirasi dari lapadz asmaul husna yang merupakan 99 nama Allah swt. Menara 99 Sabilulungan ditargetkan rampung di tahun 2021.**