Perawat di Bekasi Meninggal Dunia Akibat COVID-19, Warga Diminta Jangan Panik

262
Perawat
Illustrasi
Seorang perawat di Bekasi meninggal dunia akibat terjangkit virus corona COVID-19 membuat warga di sekitar geger.

Para tetangga perawat di Bekasi tersebut tampak panik, membuat warga di sekitar kediamannya mulai menjaga jarak.

Keluarga korban pun kini mulai mengisolasi diri. Akiba meninggalnya perawat tersebut muncul surat edaran yang menyebutkan sekolah di sekitar lokasi diliburkan.

Warga setempat berharap dengan meninggalnya perawat itu akibat Covid-19, pemerintah diminta bergerak cepat untuk melakukan pelacakan sekaligus meredam kepanikan warga sekitar.

Loading...

Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah minta warga Bekasi jangan panik atas meninggalnya satu perawat akibat Covid-19.

Alamsyah mengatakan, usai meninggalnya perawat itu, Dinas Kesehatan langsung turun ke lokasi. Selain menangani pasien secara medis, pihaknya pun mulai memberikan edukasi kepada warga sekitar.

“Setelah kami mendapatkan informasi dari RSPI Sulianti Saroso, kami ke lokasi dan terus memberikan penyuluhan ke masyarakat demi meredam dampak sosial,” ujarnya.

Kepada masyarakat diharapkan tetap melakukan  aktivitas biasa, tenang walaupun harus waspada.

Alamsyah menegaskan, tidak ada isolasi wilayah pasca meninggalnya suspect tersebut. “Tidak ada yang diisolasi secara sewilayah. Hanya keluarga almarhum  yang melakukan karantina mandiri, berdiam diri di rumah,” ujarnya.

“Kami juga turut memantau keluarga atau kerabat yang kontak dengan beliau,” kata Alamsyah.

BACA JUGA:  Proyek Puskesmas Baros Disoal, Dinkes Cemaskan Kualitas Kontruksi
loading...