Pilkada Didepan Mata, Pertarungan Petahana Dihantui Kekalahan

48
Pilkada
SUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com-Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tinggal menghitung hari (09 Desember 2020). Pertaruhan calon kandidat untuk memperebutkan kursi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi terpilih dipastikan bakal sengit.

Menurut Roy Tohir Direktur Sukabumi Research Center menilai, pertarungan Pilkada bakal sengit dilihat dari dua kandidat petahana yang mempunyai ektabilisat dukungan yang kental. Namun kecenderungan petahana tumbang lantaran para figur yang yang tampil sebagai penantangnya hari ini sudah saling mengetahui titik-titik kelemahan masing-masing.

“Seperti halnya, pasangan AMAN (Adjo_Iman) terbentuk atas dua spektrum, Adjo adalah mantan duet petahana di Pilkada 2014, sementara Iman Adinugraha adalah seteru abadi petahana,” seloroh Roy, Selasa (02/12/20).

Melihat histori, Roy memprediksi kemenangan petahana tahun 2014 lalu tidak bisa dilepaskan dari pengaruh mantan wakilnya Adjo Sardjono. Kemudian kalo meraba kalkulasi lain, raihan suara Iman adinugraha juga sangat besar.

“Dalam hal ini, bisa saja keuntungan itu diraup keduanya (Adjo-Iman),” kata Roy.

Lanjut Roy, faktor yang kedua melihat sinyalemen petahana mulai rapuh secara politik, hal tersebut terlihat dari kuatnya gelora perubahan menginginkan pemimpin baru.

“Silahkan uji dilapangan, hasil temuan internal kami popularitas petahana ternyata tidak linier dengan faktor elektablitasnya. Terbukti bahwa pasangan calon AMAN itu lebih unggul,”papar Roy.

Kemudian berdasarkan riset karakteristik masyarakat Kabupaten Sukabumi, mereka lebih tertarik pada calon yang mampu menyentuh sisi humanismenya. Selebihnya mereka akan memilih pemimpin yang jujur dan tidak korupsi.

“Kalau kita hitung semua variabel tersebut, maka figur Adjo Sardjono dan Iman Adinugraha sangat diyakini bisa mewakili keinginan masyarakat,” cetus Roy.

Sementara itu, Roy menjelaskan kalau semua pihak bicara tentang politik uang (money politik), tidak banyak membawa dampak positif bagi keberlangsungan pembangunan Sukabumi kedepannya.

“Saya yakin, masyarakat sekarang sudah cerdas, bahkan ada yang lebih memberikan pelajaran bagi pasangan calon. Uang/sembako di ambil, orangnya dipastikan sedikit besarnya tidak dipilih, apa gak pusing tuh?,” tanya Roy.

Jadi sejauh, Roy merasa optimis AMAN bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan bisa berpeluang menang sebagai pemimpin pilihan rakyat.

“Kami sangat optimis AMAN bisa menang, tapi juga harus diperhatikan untuk tidak terlena karena pertarungan yang sesungguhnya sudah didepan mata,” tandasnya.**