PKB: Haul Gusdur 2019 Momen Kebangkitan Membela Kaum Lemah

DPC PKB Kabupaten Bandung Tahlilan

307
DPC PKB Haul Gusdur
DPC PKB Kabupaten Bandung Menggelar Tahlilan dalam rangka Haul Gusdur di Sekretariat DPC PKB Kabupaten Bandung Jalan Laswi Kecamatan Ciparay, Senin (30/12/2019).
Partai Kebangkitan Bangsa Memaknai Haul Gusdur sebagai Momentum untuk membela yang lemah. Untuk itu DPC PKB Kabupaten Bandung Tahlilan.

BANDUNG, Jabar IndeksNews |Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Bandung menggelar tahlilan sekaligus santunan kepada ratusan anak yatim di Sekretariat DPC PKB Kabupaten Bandung Jalan Laswi Kecamatan Ciparay, Senin (30/12/2019).

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa mengatakan, pada bulan Desember ini merupakan bulan meninggalnya guru bangsa itu dimanfaatkan untuk melakukan refleksi akhir tahun sekaligus menggemakan kembali gerakan membela kaum lemah.

PKB: Haul Gusdur 2019 Momen Kebangkitan Membela Kaum Lemah 1
DPC PKB Kabupaten Bandung bersama anak-anak yatim dan piatu usai Kegiatan Haul Gusdur, Senin.

“Bagi kami, almarhum Gus Dur, terkait pemikirannya mengenai agama, nasionalisme dan modernisasi membuatnya dikenal hingga mancanegara. Bukan hanya sebagai guru bangsa,” ujar Tarya kepada wartawan di Ciparay, Senin malam.

Tarya menilai sebagai warga Indonesia, pihaknya patut bangga mempunyai sosok yang bisa dijadikan idola. Gus Dur juga dikenal sebagai pribadi yang santai, cerdas, santun dan suka guyon.

“Banyak kata-katanya yang diucapkan yang dapat menginspirasi kita anak muda untuk selalu memajukan Indonesia,” ujarnya.

BACA:

Lebih lanjut Tarya menilai sosok pendiri Partai Kebangkitan Bangsa ini tidak terlepas dari gerakan membela minoritas dan kaum papa. Ia mencontohkan beberapa peristiwa tersohor terkait sikap KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dalam menghadapi problem politik.

Di antaranya, pembelaan terhadap calon Gubernur Bangka Belitung dari kaum minoritas seperti Basuki Tjahya Purnama (Ahok) asal Tionghoa.

“Sikap lainnya, ketika ia dilengserkan dari jabatannya sebagai presiden. Ribuan orang siap berjihad untuk mendukung Gus Dur, namun bapak bangsa ini justru meminta para pendemo untuk pulang dan tidak melanjutkan aksi turun lapangan.

BACA JUGA:  KPU Kabupaten Sukabumi Gelar Rakor Tahapan Pilkada 2020

Demikian pula pembelaannya terhadap kelompok-kelompok aliran kepercayaan yang berbeda dengan maenstream baik Syiah dan Ahmadiyah,” ujarnya.

Tarya menegaskan sikap kenegarawanan ini bisa disebut sebagai bentuk dari implementasi politik kemanusiaan. Oleh karena itu, Tarya menilai salah satu quote terkenal Gus Dur adalah “Yang lebih penting dari politik adalah Kemanusiaan”.

“Termasuk kita yang diwarisi PKB oleh Gus Dur sudah semestinya mampu menjaga dan mengembangkan warisan tersebut dengan tetap menjaga nilai-nilai yang pernah di perjuangkan oleh Gus Dur,” ucapnya.

Acara tersebut dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Hj Renie Rahayu Fauzi, KH Wawan Sofwan dan Hilman Farouq.***