Polres Sumedang Bekuk Delapan Tersangka Komplotan Pencurian Kain Gorden Senilai 1,4 Miliar

96
Sumedang
Foto Dokumentasi : Polres Sumedang saat menggiring delapan tersangka Pencurian Kain Gorden.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com- Polres Sumedang, Jawa Barat, amankan delapan tersangka komplotan spesialis pencuri kain gorden milik industri tekstil CV Mega Jaya Abadi yang berlokasi di Jatinangor. Dari hasil pencurian Perusahaan mengalami kerugian Rp 1,4 Miliar.

“Ya, berkat hasil penangkapan kami amankan delapan tersangka, atas kejadian tersebut perusahaan CV Mega Jaya Abadi mengalami kerugian materiil sebesar Rp 1,4 miliar lebih,” kata AKBP Eko Prasetyo Robbyanto Kapolres Sumedang, saat jumpa pers pengungkapan kasus pencurian kain di industri tekstil Sumedang, Jumat (20/11/20).

AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, dari kedelapan orang yang terlibat pencurian itu memiliki peran berbeda-beda, mereka ada yang menjabat sebagai satpam dan mantan karyawan perusahaan serta seorang penadah hasil pencurian.

“Pasal yang diterapkan pasal 363 ancaman hukuman tujuh tahun penjara, dan pasal 480 ancaman hukuman empat tahun penjara,” katanya.

Ia menyampaikan aksi pencurian itu terungkap setelah adanya laporan dari pengurus perusahaan ke kepolisian, perusahaan kehilangan kain gorden sebanyak 115.361 yard atau senilai Rp1,4 miliar.

“Pelapor yang menduga bahwa barang-barang tersebut ada yang mengambil atau mencuri kemudian melaporkannya ke Polsek Jatinangor,” kata AKBP Eko Prasetyo.

Sumedang
Foto Dokumentasi Humas Polres Sumedang.

AKBP Eko Prasetyo menyampaikan, jajarannya langsung menyelidiki laporan kasus pencurian itu hingga diketahui aksi pencurian kain terjadi antara April sampai Agustus 2020 di perusahaan CV Mega Jaya Abadi, Jalan Raya Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Sumedang.

Komplotan pencuri itu melakukan aksinya dengan melibatkan oknum satpam perusahaan untuk memudahkan akses masuk ke gudang, kemudian para pelaku dengan bebas membawa kabur kain gorden.

Polisi kemudian menangkap para pencuri kain termasuk penadahnya, hasil pemeriksaan tersangka mengaku sudah empat kali mengambil kain dari gudang perusahaan menggunakan mobil jenis Suzuki APV.

“Dilakukan oleh tujuh orang, kain hasil pencurian dijual ke penadah, pelaku mendapatkan uang Rp80 juta, kemudian uang dibagi ketujuh pelaku,” tandas AKBP Eko Prasetyo.**