Protokol Kesehatan dan Gebrakan Masker, Memutus Mata Rantai Covid-19

32
Protokol
Foto Dokumentasi
SUKABUMI-jawabarat.indeksnews.com Protokol Kesehatan diyakini cara paling epektif saat ini untuk minimalisir penyebaran Covid 19, berdasarkan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengagas Gerakan Bersama Memakai Masker (Gebrak Masker).

Gebrak Masker diharapkan bisa terus menjadi kebiasaan baru di masyarakat dan bagian tak terpisahkan dari pola hidup bersih dan sehat. Untuk mengimplementasikan gagasan tersebut, Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad langsung memberikan arahan kepada para Kepala Perangkat Daerah secara daring dari Pendopo Sukabumi, Rabu (21/10/20) pagi.

“Gebrak Masker penting bagi masyarakat terutama dalam melindungi dari ancaman Covid-19. Penerapan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak masih efektif mencegah penularan covid 19. Makanya, gebrak masker ini memiliki arti penting untuk melindungi orang sebanyak banyaknya,” paparnya.

Loading...

Dalam gerakan itu, Pemda optimis bisa membagikan satu juta masker secara gebrakan/serentak kepada masyarakat di Kabupaten Sukabumi. Pembagian masker itu, akan dilakukan secara masif melalui Perangkat Daerah.

“Teknis pembagiannya dilakukan melalui Perangkat Daerah termasuk Camat didalamnya. Pembagian ini harus berkelanjutan. Sehingga tercipta kebiasaan baru menggunakan masker dalam berbagai aktifitas,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, masker yang dibagikan memenuhi standar kesehatan. Selain itu, ada sentuhan fesyennya. Sehingga masyarakat mau menggunakannya.

“Maskernya tidak abal-abal. Sehingga penggunaan masker menjadi kebiasaan dan pola hidup. Mari kita mulai dari lingkungan kita,” ungkapnya.

Maka dari itu, arahan ini untuk menyamakan persepsi semua pihak. Sehingga gerakan ini bisa masif dan sejalan dengan tujuannya.

“Jangan sampai lengah. Kita harus melakukan gerakan masif dalam mencegah penyebaran protokol kesehatan,” terangnya.

Selain itu, dirinya mengimbau semua ASN untuk disiplin juga. Sehingga bisa memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat.

“Saat ini sudah memasuki musim penghujan, seluruh ASN pun harus memperkuat imunitas,” tandas dia.*