Turunkan 50% Positif Covid-19, PSBB Bodebek Harus Ditaati

321
Ridwan Kamil Tinjau Psbb Bodebek
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor, Rabu (14/4/20). (Foto: Yogi/Humas Jabar)
PSBB Bodebek di hari pertama, Masyarakat Diminta Taati Aturan agar Positif COVID-19 Terus Menurun. Penurunan angka positif Covid bisa mencapai 50%.

KOTA BANDUNG | Perbelakuan PSBB Bodebek seharusnya menurunkan angka positif Covid 19 hingga 50%. Asalkan masyarakat disiplim taati aturan PSBB.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad meminta seluruh masyarakat disiplin taati Aturan PSBB Bodebek.

Psbb Bodebek
Gubernur Jabar saat meninjau hari pertama PSBB Bodebek.

Khususnya di wilayah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek), untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan demi menekan penyebaran COVID-19 selama PSBB Bodebek diberlakukan.

Adapun bagi lima wilayah di Bodebek yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi, pada Rabu 15 April 2020 ini merupakan hari pertama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Daud mengatakan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar sudah meninjau langsung pelaksanaan PSBB Bodebek di hari pertama.

Selain itu, Daud berujar bahwa Jasa Marga telah melaporkan terkait penurunan volume kendaraan hingga 50 persen dari Jakarta menuju Bogor dan sebaliknya melalui Pintu Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).

“Mudah-mudahan PSBB di Bodebek bisa berjalan lancar karena ini salah satu cara, metode, untuk bisa mencegah penyebaran COVID-19. Sepanjang PSBB ini berjalan sesuai yang diharapkan, disiplin, pergerakan orang dikurangi, beberapa sektor pekerjaan ditutup, proyeksinya seharusnya angka penyebaran (COVID-19) bisa berkurang hingga 50 persen,” tutur Daud dalam konferensi pers online dari Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (15/4/20).

“Artinya, yang positif ini bisa menurun. Jadi misalnya sehari ada kenaikan 30 orang (positif), (dengan PSBB) seharusnya bisa menurun jadi 15 orang, dan terus menurun,” tambahnya.

Untuk mewujudkan proyeksi tersebut, Daud kembali mengingatkan bahwa masyarakat harus disiplin dan taat terhadap aturan yang berlaku selama PSBB Bodebek.

BACA JUGA:  Laskar DPP GOIB Salurkan Bantuan Bencana Banjir Bandang

“Kuncinya, masyarakat harus bisa mengikuti prosedur protokol terkait pemberlakuan PSBB. Jika tidak dilakukan, saya kira proyeksi tadi mungkin tidak tercapai,” kata Daud.

Kepada masyarakat Jabar lainnya, Daud pun mengajak warga untuk tetap menjaga jarak, mengurangi kegiatan yang tidak perlu, cuci tangan pakai sabun dan memakai masker, serta menjaga asupan makanan bergizi empat sehat lima sempurna, dan tidak lupa berolahraga.

“Karena dengan cara itu COVID-19 bisa kita percepat pencegahannya. Kalau tidak disiplin, semua yang kita usahakan dan upayakan tidak akan bisa berjalan dan tidak bisa mempercepat pencegahan COVID-19,” ujar Daud.

“Selain itu, empati harus ditingkatkan, yang mampu membantu yang lemah. Ini (harus) kesadaran seluruh masyarakat, mari bersama pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk bisa percepat pencegahan COVID-19 agar segera hilang dari Jabar khususnya dan umumnya dari seluruh Indonesia,” harapnya.

Terkait data terbaru di Jabar hingga Rabu 15 April 2020 pukul 14:43 WIB, Daud melaporkan bahwa positif COVID-19 di Jabar tercatat 540 orang, meninggal 52 orang, dan sembuh 23 orang.

Adapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga Rabu (15/4) total 2.622 orang, selesai pengawasan 1.192 orang, dan masih dalam pengawasan 1.430 orang. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) total terdapat 33.035 orang, selesai 20.157 orang, dan masih dalam pemantauan 12.878 orang.

Gubernur jabar Ridwan Kamil telah meninjau pada hari pertama pemberlakuan PSBB Bodebek.

Menurut Kang Emil-sapaan akrab Ridwan Kamil, kepolisian sudah mendirikan pos-pos penjagaan untuk memeriksa warga yang berkegiatan di jalan. Warga yang melanggar, kata ia, akan mendapat surat teguran.

“Kepada mereka yang melanggar aturan, yaitu mereka yang tujuannya tidak jelas, bukan kelompok yang termasuk di 8 (profesi) zona pengecualian PSBB, seperti (bidang) logistik, pangan, kesehatan, itu nanti akan diberi surat peringatan yang disebut blangko teguran, seperti surat tilang,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pemerintahan Pusat Siap Kucurkan Dana 2,6 Triliun Untuk Pesantren

Berlakukan status PSBB di Bodebek, maka sanksi bagi yang melanggar akan diterapkan. Baik surat teguran, denda, tipiring.

“Dengan resminya PSBB, maka sanksi itu sudah bisa dilaksanakan dengan baik. Ujung-ujungnya ada sanksi sesuai aturan,” ucap Ridwan Kamil.

Jenis sanksi buat pelanggar kebijakan PSBB, imbuh Ridwan, diantaranya: “Ada kurungan badan, ada tipiring (tindak pidana ringan), denda, tapi itu di akhir. Di awal-awal kita beri surat teguran,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menuturkan bahwa pelaksanaan PSBB harus disertai kedisiplinan warga. Agar hari raya idul fitri bisa berjalan dengan baik.