Rencana PSBB di Provinsi Jawa-Bali, Ini Komentar Legislator Senayan Heri Gunawan

43
PSBB
Foto Dokumentasi Media Sosial Heri Gunawan.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Menanggapi rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa-Bali pada tanggal 11 sampai 25 Januari 2021, mendapatkan responsif dari Legislator DPR RI Heri Gunawan.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra yang kerap disapa Hergun ini menyatakan, kebijakan PSBB Jawa-Bali merupakan keputusan yang sulit, Namun itu semua itu harus dilaksanakan untuk menekan laju korban Covid-19, Konsekuensinya, laju ekonomi otomatis akan melambat.

Hergun menjelaskan, pemerintah sendiri telah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5 persen pada 2021. Dan kebijakan PSBB Jawa-Bali diharapkan tidak berdampak atau membuyarkan target pertumbuhan ekonomi.

“Hendaknya pemerintah siap mengantisipasi dengan mempercepat penyerapan APBN 2021 dan pengucuran dana program Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN). Belanja APBN 2021 telah ditetapkan sebesar Rp2.750 triliun. Sementara dana program PEN 2021 ditetapkan sebesar Rp403,9 triliun,” ungkap Hergu, dalam rilis yang dilansir website resmi Heri Gunawan, Sabtu (09/01/21).

Rencana PSBB di Provinsi Jawa-Bali, Ini Komentar Legislator Senayan Heri Gunawan 1

Politisi besutan Partai Gerindra ini berharap, kasus tahun lalu tidak terulang kembali, kebijakan pembatasan tidak diikuti dengan penyerapan anggaran yang masif. Akibatnya, makin memperburuk pertumbuhan ekonomi.

“Sebanyak 2 kali berturut-turut, yakni pada kuartal II-2020 dan kuartal III-2020 mengalami konstraksi masing-masing sebesar 5,32 persen dan 3,49 persen. Sementara PDB Jawa berkonstribusi sebesar 58,88 persen terhadap PDB nasional,” cetus Hergun.

Lanjut Hergun, rencana kebijakan PSBB Jawa-Bali, Hergun menilai, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan menurunkan laju pertumbuhannya secara nasional, terutama bisa memukul daya beli masyarakat.

“Agar daya beli rakyat tidak terpuruk, sebaiknya penyerapan anggaran APBN 2021 dan pengucuran dana PEN harus dipercepat,” seru Hergun. Semua kwmenterian/lembaga hendaknya langsung tancap gas sejak awal tahun ini. Belanja pemerintah harus menjadi instrumen penting untuk mengungkit daya beli masyarakat,” papar Hergun.

PSBB
Foto Dokumentasi.

Pelajaran penting pada 2020, Hergun melihat belanja pemerintah di awal tahun masih sangat rendah. Pada kuartal I-2020, hanya tumbuh 3,74 persen (yoy). Padahal, waktu itu belum ada pandemi Covid-19. Kemudian pada kuartal II-2020 anjlok ke minus 6,90 persen (yoy). Dan, baru pada kuartal III-2020 melonjak 9,76 persen (yoy). Demikian juga penyerapan dana program PEN yang cukup memprihatinkan. Pada kuartal II-2020 hanya mencapai Rp124,62 triliun. Kemudian pada kuartal III-2020 jumlahnya naik menjadi Rp318,48 triliun dari total dana PEN Rp695,2 triliun.

“Pelajaranan akhir 2020 realisasi dana PEN hanya mencapai 83,4 persen atau Rp579,78 triliun, ditambah rendahnya penyerapan anggaran di awal tahun lalu jangan terulang lagi. Di saat pemerintah menerapkan PSBB Jawa-Bali maka belanja pemerintah harus menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi,” kata Politisi pencetus Rumah Aspirasi dan Inspirasi (RAI) Heri Gunawan di Sukabumi.

Hergun menambahkan, yang terpenting saat ini adalah bagian mana upaya Pemerintah menyelamatkan konsumsi rumah tangga. Terpuruknya pertumbuhan ekonomi pada 2020 karena konsumsi rumah tangga mengalami konstraksi yang cukup dalam yakni minus 5,52 persen pada kuartal II-2020 dan minus 4,04 persen pada kuartal III-2020.

“Porsi konsumsi rumtah tangga terhadap PDB sangat besar. Pada kuartal III-2020 porsinya mencapai 57 persen terhadap PDB. Sehingga, ketika terkonstraksi sebesar 4,04 persen, maka komponen ini menyumbang 2,17 persen dari konstraksi perekonomian Indonesia secara keseluruhan pada kuartal III-2020. Memang pilihan PSBB Jawa-Bali merupakan keputusan yang sulit tapi harus dilakukan mengingat korban Covid makin meningkat,” jelas Hergun yang juga menjabat Ketua DPP Partai Gerindra.

Selain itu, laju kebijakan gas dan rem harus disinergikan untuk menahan laju korban Covid-19 dan sekaligus untuk menyelamatkan perekonomian dan penyerapan APBN dan Pengucuran Dana PEN harus dipercepat.

“Kami mengajak semua pihak untuk tidak lelah dan lengah menghadapi Covid. Sosialisasi 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, harus terus digalakkan untuk meminimalisir korban Covid-19,” tandas Hergun.**

Rencana PSBB di Provinsi Jawa-Bali, Ini Komentar Legislator Senayan Heri Gunawan 2