Ridwan Kamil akan Promosikan Teh Jawa Barat ke Dunia

194
West Java Bandung Tea Festival (WJBTF) 2019 diselenggarkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Jumat (2/8/2019) dan Sabtu (3/8/2019). Dengan memamerkan produk teh untuk konsumsi, juga dihadirkan pada kegiatan tersebut produk olahan teh lainnya seperti sabun hingga pewangi ruangan.

WJBTF adalah ajang promosi teh asli Jabar kepada masyarakat. Karena Jawa Barat dikenal sebagai provinsi penghasil teh terbesar di Indonesia yang mendominasi 70 persen produksi nasional. Di dunia, produksi teh Indonesia per tahun mencapai 139.362 ton dan berada di peringkat ketujuh.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada kegiatan tersebut mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi teh dan menjadikan minum teh sebagai bagian dari gaya hidup. Apalagi menurut Ridwan Kamil, bahwa saat ini di Eropa perkembangan teh menunjukkan tren positif.

Untuk mendorong industri teh Jabar, Ridwan Kamil pun menawarkan dirinya untuk mempromosikan teh Jabar ke dunia. “Saya menawarkan diri jadi sales industri teh Jawa Barat, karena setelah keliling Eropa ternyata teh sedang naik trennya, maka di Indonesia perlu mengoptimalkan peluang,” ujar Kang Emil.

Loading...

Dia juga menyarankan agar pegiat teh tak ragu untuk merekrut branding consultant. Kata Kang Emil, keberadaan konsultan ini sangat penting terkait upaya mempopulerkan teh, khususnya di kalangan milenial sehingga marketing produk-produk teh asli Jabar bisa lebih optimal.

“Masalahnya cuma satu kurang semangat populerkan teh. Negara-negara lain ada Tea House. Pesan saya kalau teh mau bangkit, semua di sini kompak, rekrut konsultan branding. Jangan dipikir konsultan itu buang-buang uang, itu penting,” kata Emil.

Salah satu varian teh asal Jabar menurut Kang Emil yakni white tea diminati oleh segmen masyarakat tertentu di Eropa dengan harga yang mahal. “Teh Jabar yang white tea ternyata segmen tertentu di Eropa dihargai mahal sekali 800 ribu per kilo. Hanya masalah ilmu marketing saja,” tuturnya.

BACA JUGA:  Polsek Rancaekek Siapkan Posko Darurat

“Kedua, kalau ekspor ternyata harus tahu, di Inggris lebih menyukai semua teh yang bisa dicampur dengan susu. Ternyata di Jabar ada beberapa yang belum sesuai prosesnya, akan diperbaiki,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Jabar Dody Firman Nugraha mengatakan informasi tentang khasiat teh yang mengandung vitamin, mineral, dan enzim perlu disebarluaskan untuk meningkatkan kesadaran konsumsi teh sehingga industri teh pun semakin baik.

“Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan konsumsi teh dengan menggelar Bandung Tea Festival sebagai media promosi dan sosialisasi serta edukasi,” pungkas Dody.

Loading...
loading...