Rizieq Shihab Kembali Ke Tanah Air, Ini Kata Parkar Hukum

71
Rizieq
Foto Ilustrasi Penyambutan Imam Besar FBI Habib Rizieq Shihab.
SUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com – Setelah 3,5 tahun tinggal di Arab Saudi, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)Rizieq Shihab dikabarkan kembali ke Indonesia hari ini, Selasa (10/11/20).

Kepulangan Rizieq Shihab banyak pertanyaan sejumlah pihak, apakah setelah adanya kabar ini polisi akan kembali memproses kasus hukum yang banyak dituduhkan kepada Rizieq sebelumnya?.

Menurut Pengamat hukum Universitas Indonesia (UI) Chudry Sitompul menilai kasus hukum yang dituduhkan kepada Rizieq Shihab tidak lantas batal hanya karena dia bertahun-tahun berada di negara lain.‎

Rizieq
Foto Ilustrasi.

“Selama belum ada SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), kasusnya masih terus jalan. Tidak menghilangkan status hukum,” kata Chudry di Jakarta, Senin (09/11/20).

Chudry menjelaskan, jika sudah SP3 atau dihentikan, kasus-kasus tersebut tentunya bisa kembali dibuka, dengan dasar bukti-bukti baru.

“Akan tetapk jika Rizieq Shihab tidak terima kasus yang menjeratnya kembali dibuka, bisa mengajukan praperadilan,” jelas Chudry.

Chudry mengharapkan, institusi polisi bisa lebih transparan jika kasus Rizieq Shihab kembali ditindaklanjuti lagi sehingga bisa menghilangkan persepsi buruk pada kepolisian.

“Perlu transparan, kan nanti juga ada pengacaranya kalau misalnya dia jadi tersangka. Jadi hak setiap orang didampingi,” tegas Chudry.

Rizieq
Foto ilustrasi

Sebagai catatan Rizieq Shihab meninggalkan Indonesia saat terjerat kasus bersama Firza Husein menyeruak. Saat itu Rizieq ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya, tetapi kemudian dihentikan atau SP3.

Pada November 2015, Rizieq Shihab kembali diadukan Angkatan Muda Siliwangi ke Polda Jawa Barat karena memplesetkan salam Sunda ‘sampurasun’‎‎.

Selain itu, d‎ia sempat menjadi tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila, namun prosesnya dihentikan oleh Polda Jawa Barat. ‎**