Satgas Citarum Manfaatkan Lahan Kosong, Jadi Lahan Terbuka Edukasi Masyarakat

346
Jajaran Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Sub Pos Desa Majasetra, Gober berkolaborasi dengan warga setempat. Manfaatkan lahan kosong guna penataan lingkungan di sekitar bantaran Sungai Citarum Kampung Bojongrengas, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

BANDUNG I Pemanfaatan lahan kosong tersebut, merupakan tanah status wakaf yang masuk daerah aliran Sungai Citarum. Bermodal inovasi dan inisiatif, Satgas Citarum Harum Sektor 4 bersama warga dan komunitas lingkungan. Berencana akan membuat lahan kosong tersebut sarana edukasi edukasi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Pada lahan tersebut, Satgas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya membangun tungku pembakaran sampah berukuran panjang 2,5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 3 meter itu. Sebelumnya, warga kerap membakar sampah di ruang terbuka dengan cara ditumpuk, selain di tempat sama turut dijadikan lokasi pilah-pilih olah sampah yang melibatkan warga setempat.

“Dari hasil pengolahan sampah itu, sampah yang memiliki nilai ekonomis dijual ke pihak lain. Sedangkan debu dari sisa pembakaran sampah digunakan para petani untuk memupuk lahan pertanian padi sehingga bisa menyuburkan lahan sawah,” kata Satgas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Sub Pos Desa Majasetra Serka Aat Solehudin.

Satgas Citarum Manfaatkan Lahan Kosong, Jadi Lahan Terbuka Edukasi Masyarakat 1

Lanjut Solehudin, para pengelola sampah pun memisahkan sampah organik yang ditampung pada sebuah lubang besar dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 2,5 meter dan kedalaman 2 meter. Sampah organik yang ditampung itu untuk dijadikan pupuk kompos untuk tanaman.

“Lahan kosong yang tersedia di sekitar tempat pengolahan sampah ini, turut dimanfaatkan untuk melakukan penanaman sayur mayur. Mulai dari terong, kiwi (sosin), kangkung, bawang daun dan tanaman sayur mayur lainnya,” kata Satgas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Serka Aat Solehudin.

Selain itu, Solehudin menjelaskan, memanfaatkan pupuk organik, imbuh Serka Aat, lahan pertanian sayur-mayur itu sebagai sarana demplot untuk ujicoba penggunaan Bios 44 yang berisi cairan mikroorganisme untuk menyuburkan lahan pertanian.

“Tetapi secara umum, lahan di dekat bantaran Sungai Citarum sudah terlihat gembur tanahnya dan subur. Tapi kita juga akan ujicoba memanfaatkan Bios 44 pada lahan ini yang bisa dijadikan lokasi demplot Sub Pos Desa Majasetra,” katanya.

Selain sebagai sarana pengolahan sampah dan lahan pertanian, imbuh Serka Aat, Sub Pos Desa Majasetra juga berencana untuk memanfaatkan lahan parit atau selokan sebagai saluran pembuangan air untuk sarana ternak unggas.

“Peternakan unggas itu akan dipadukan dengan budidaya maggot. Maggot itu sendiri dapat mengurangi sampah organik, karena pakan maggot berasal dari sisa sampah organik. Saat ini, warga sudah mulai banyak yang peduli dalam pengelolaan sampah. Bahkan tim pilah sampahnya pun warga setempat,” pungkasnya. ( Japar/Bdg)