Satreskrim Polresta Bandung Polda Jabar Berhasil Ungkap Penjualan Daging Babi

Satreskrim Polresta Bandung Polda Jabar Berhasil Ungkap Penjualan Daging Babi

513
Jajaran Satreskrim Polresta Bandung Polda Jabar berhasil ungkap empat tersangka penjualan daging babi yang dijual dipasaran yang halayak daging sapi biasa, dengan memakai bahan pengawet atau borax.
BANDUNG,INDEKSNEWS.COM| Sebanyak empat tersangka diamankan jajaran Satreskrim beserta barang bukti daging babi yang disita dari pelaku.
Dari ke empat tersangka yang di tangkap Satreskrim Polda Jawa Barat dengan masing-masing peran yang berbeda-beda.
Tertangkapnya ke empat tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar di kabupaten Bandung Jawa Barat.
Satreskrim
Kombes Pol. Hendra kurniawan. S.I.K (tengah) Kapolresta Bandung dan Satreskrim memperlihatkan barang bukti yang di sita, dalam acara konpensi pers
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Hendra Kurniawan. S.I.K, mengungkapkan, “Kronologis kejadian, pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WIB, Unit Ranmor Polresta Bandung mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sekitar Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran ada aktivitas penjualan daging babi, ungkap Kapolresta Bandung  kepada wartawan di konfensi pers di halaman Polresta Bandung. Senin (11/5/2020)
“Kemudian anggota Ranmor melaksanakan penyelidikan di TKP tersebut dan benar, bahwa sdr. PN dan sdr. SYD pengepul daging babi namun dijual ke publik atau ke masyarakat sebagai daging sapi, seharga Rp. 60.000/kg,” ujarnya
.
Hasil penyelidikan, di rumah PN ditemukan dua buah freezer besar diduga isi daging babi sekitar 500 Kg. “Atas kejadian ini selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap para pengecer, lalu didapat dua orang terduga pengecer AS dan AR yang menjual ke tingkat masyrakat umum dan ditemukan daging babi sekitar 100 Kg,” jelas Kapolresta.
Satreskrim
Gambar di ambil dari gruop WA : Daging babi yang disita oleh Satreskrim Polresta Bandung dari tersangka
Kedua pengepul PN dan SYD, katanya, mengaku mendapat pasokan daging babi dari Solo Jawa Tengah dengan harga Rp. 45.000/Kg, dan tersangka telah menjual daging babi tersebut sekitar selama 7 bulanan.
Daging babi dijual kepada khalayak umum di pasar, seolah-olah daging sapi dengan harga dari PN dan SYD seharga Rp. 60.000/Kg, lalu dijual ditingkat pengecer seharga Rp 75.000 – Rp. 90.000/Kg, paparnya
“Para pengepul dan pengecer mendapatkan keuntungan dari penjualan daging babi tersebut digunakan untuk mengawetkan daging dan menyerupakan daging babi seolah-olah daging sapi, imbuhnya
Dan pengepul mencapurkan borak ke daging babi, sehingga warnanya lebih merah menyerupai daging sapi,” terangya
Diduga, daging telah beredar kepada para pembeli baik rumah tangga maupun para penjual bakso di tiga kecamatan yakni Banjaran, Baleendah dan Majalaya kabipaten Bandung.
Maka dari itu, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu hati-hati dan jeli kalau ingin membeli daging sapi dipasar, jangan sampai tertipu, apalagi kita sulit membedakan mana daging sapi dan daging babi,” Himbaunya
Lebih lanjut, Dengan terungkapnya kejadian tersebut, Satreskrim Polresta Bandung berhasil mengamankan barang bukti berupa Daging Babi dari tersangka.
Jumlah daging babi yang di sita, kurang lebih sebanyak 5 Kwintal (500 kg), Daging babi sekitar 100 kg, 2 (dua) buah freezer tempat daging babi, 1 (satu) buah timbangan berikut gantungan daging, 1 (satu) kg borax /bahan pengawet, 1 (satu) mobil grandmax warna silver sebagai alat angkut pemasaran daging.

Satreskrim Polresta Bandung Polda Jabar Berhasil Ungkap Penjualan Daging Babi 1

Selain itu 1 (satu) sepeda motor honda beat warna hitam merah tanpa plat nopol, sebagai alat angkut pemasaran daging babi dan 12 (dua belas) besi pancing untuk menggantung daging, jelasnya
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 91A Jo Pasal 58 ayat (6) UURI no. 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan dan atau pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) UURI no 8 th 1999 tentang perlindungan konsumen. Tegasnya.
BACA JUGA:  Di Sukabumi, Brigadir Sandi Praja Sebar Kartun Nama Tiga Pilar Kamtibmas
loading...