Smartfren Dukungan Pembelajaran Daring, Area Sukabumi Sebar Ribuan Perdana dan Kuota Gratis

192
Smartfren
FOTO : Dokumentasi Smartfren Area Sukabumi.
Guna mendukung program pemerintah dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah Pandemi Covid-19, Smartfren distribusikan 37.000 kartu perdana gratis untuk pelajar di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

SUKABUMI I Informasi yang dihimpun dari Bagian Area Sales Coordinator (ASC) Smartfren Area Sukabumi, Deri Agustian mengungkapkan, 37.000 kartu perdana gratis yang telah diberikan untuk 169 sekolah tingkat bawah hingga tingkat di seluruh jenjang pendidikan.

“Kartu perdana dan kuota secara gratis tersebut, bagian dari program Smartfren untuk mendukung program pemerintah tentang PJJ atau pembelajaran daring (online) bagi pelajar di lembaga pendidikan yang berada di naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),” ujar Deri Agustian ASC Smartfren Area Sukabumi, Minggu (27/09/20).

Loading...

Saat ini, Deri mengatakan, provider pengguna jaringan Smartfren paling digandrungi masyarakat, khususnya dikalangan remaja (pelajar) di Jawa Barat dan wilayah Sukabumi pengguna provider paling banyak.

Smartfren
FOTO : Ditengah Pandemi Covid-19, Tim Smartfren Area Sukabumi, saat menyambangi sekolah di wilayah Sukabumi, dalam pendistribusian perdana dan kuota gratis untuk pelajar.

“Berbicara pengguna Smartfren sendiri secara keseluruhan di wilayah Sukabumi yang aktif melakukan pengisian ulang setiap bulan sudah hampir mencapai 150.000 orang, mengalami kenaikan 111% dari bulan September tahun lalu. Apalagi Smartfren kemampuan providernya yang sudah menggunakan 4G, membuat peningkatan penggunaan September sengalami peningkatan yang begitu signifikan,” kata Deri.

Berdasarkan petunjuk teknis yang diberikan Smartfren, Deri menjelaskan, selain perdana gratis yang diberikan perusahaan telekomunikasi (Smartfren) dengan memiliki masa aktif 1 tahun dan kuota data internet dari pemerintah selama 4 bulan, di tambahan 1,5 GB satiap bulan selama 6 bulan dari program Smartfren.

“Perdana Smartfren gratis dengan kuota umum selama 4 bulan dengan kuota tambahan 1,5 GB perbulan selama 6 bulan, bisa dipakai untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran daring,” tandas Deri.

Ini rincian bantuan kuota Smartfren berdasarkan Kemendikbud :

– Peserta didik PAUD mendapatkan 20GB/bulan terdiri dari 5GB kuota umum dan 15GB kuota belajar.

– Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35GB/bulan terdiri dari 5GB kuota umum dan 30GB kuota belajar.

– Pendidik PAUD dan jenjang pendidikan
dasar dan menengah mendapatkan 42GB
per bulan terdiri dari 5GB kuota umum
dan 37 GB kuota belajar.

– Mahasiswadan dosen mendapatkan 50GB per bulan dengan rincian 5GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Muhammad Solihin mengatakan, situasi pandemi saat ini telah memberikan tantangan baru bagi keberlangsungan pendidikan di Sukabumi. Dimana sistem pembelajaran yang normalnya dilakukan dengan tatap muka, kini harus bergeser ke sistem PJJ atau secara online (daring).

“Ini bagian ikhtiar kami untuk bisa menciptakan kelancaran pembelajaran daring di semua jenjang pendidikan. Kami mengapresiasi dan menyambut baik dengan terobosan sinergi dengan Smartfren dan operator telekomunikasi lainnya untuk pembelajaran jarak jauh di Kabupaten Sukabumi khususnya,” tandas M. Solihin saat diminta tanggapannya melalui pesan singkat WhatsApp.

Sementara untuk proses penyaluran, penentuan pihak yang berhak menerima, dan hal teknis, M Solihin mengetahui, dilaksakan berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2020 mengenai Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020.

“Saat ini pembelajaran jarak jauh merupakan solusi terbaik untuk memastikan keberlangsungan pendidikan di tengah Pandemi Covid-19. Tentunya kelancaran koneksi atau jaringan internet berperan penting dalam penyelenggaraan program tersebut. Kami berharap, melalui kerja sama melalui program Smartfren dan Operator Telekomunikasi lainya, pelajar maupun pengajar sama-sama bisa menjaga semangatnya dan terus bisa menciptakan prestasi meski ditengah Pandemi Covid-19,” tandas M. Solihin.(Adv/Rls/Red).