“Tawis” Inilah tagline RPJM Desa Mekarlaksana Cikancung

1667
Mekarlaksana
Jajang Suryadi Kepala Desa Mekarlaksana Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung saat bercengkraman dengan bupatu Bandung belum lama ini. (Dok. Jajang Suryadi).

Desa ini punya daya tarik, punya kenangan menarik, dan punya cerita nyentrik yang membuat Desa ini terkenal. Sekarang, dipimpin kades berpengalaman, Desa Mekarlaksana Cikancung Kabupaten Bandung ingin menjelma menjadi Desa Terbaik.

Letaknya berada di perbatasan Bandung-Garut, geografisnya pegunungan asri, jalanan strategis karena dilintasi jalan nasional penghuhung dua kabupaten, bahkan seringkali jalur ini menjadi alternatif ketika jalur lain mengalami kemacetan.

Berita Terkait: 

Daya tarik desa ini banyak sekali, potensi wisata cukup tinggi. Ada “lawang pinus” sebagai objek wisata unggulan, ada pula hamparan lahan pertanian produktif, peternakan, dan produk-produk desa lain yang dapat digali dan dikembangkan.
"Tawis" Inilah tagline RPJM Desa Mekarlaksana Cikancung 1
Gerbang Masuk Desa Mekarlaksana yang sudah tersentuh pembangunan gapuranya serta kondisi jalannya yang baik. (Foto: andi)
Jajang Suryadi, kepala desa yang belum 100 hari bekerja  mengutarakan konsep pembangunan Desa Mekarlaksana mendepan. Dalam periode kepemimpinannya, ia  akan membangun dan mengembangkan nilai potensi desanya yang kuat dalam bidang pertanian adalah tujuan (goals) yang ingin dicapainya.
Untuk mengejar visinya tersebut, Jajang memberikan judul perencananaan pembangunannya Ka “TAWIS” Desa Mekarlaksana.
Ka Tawis ini, Ia jabarkan memiliki makna tersendiri. “Tawis” Desa Mekarlaksana adalah sebagai kerangka acuan dirinya dalam membuat program dan kegiatan pembangunan di desa yang akan di implementasikan kedalam rencana pembangunan jangka menengah desa
Lebih lanjut Jajang mengatakan, Tawis adalah sebuah singkatan Tani Wisata Desa Mekarlaksana. Adalah bagaimana mengkolaborasi dan mengelaborasi potensi dalam bidang pertanian/peternakan yang berada di desanya sehingga dapat nampak terlihat dunia dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakatnya sendiri.
Secara teknis, Jajang mengatakan? kedepan tentu saja program dan kegiatan akan mengacu kepada kerangka acuan program tersebut, yang akan di singkronisasikan dengan program-program pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat.
Indeks News:
“Kegiatan apapun bentuknya, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, sosial kemasyarakatan, akan mengacu kepada Tawis Desa Mekarlaksana,” ungkap Jajang.
Sebagai kepala desa yang pernah menjabat, juga informasi yang didapatnya dari pengalaman Jajang di lembaga masyarakat desa hutan.
Ia menyakini, visinya dapat terealisasi selama periodenya manjabat, dengan dasar kajian pembangunan ekonomi masyarakat desa, sehingga warganya dapat berdaya saing dan unggul.
“Saya yakin semakin banyak masyarakat yang memahami potensi desanya, akan semakin bisa mewujudkan Mekarlaksana sebagai desa unggulan,” ungkap Jajang.
Selain itu dikatakan Jajang, Tawis adalah bahasa sunda yang artinya Lihat. Jadi harapan kedepan dengan tagline pembangunan Tawis Desa Mekarlaksana, punya tujuan dapat terlihat dan dilihat/dilirik.
“Kita berharap kedepan desa kita mampu memperlihatkan diri kepada dunia, sebagai desa yang memiliki potensi ekonomi, dan dapat menjadi desa terbaik,” tegas Jajang.
Untuk mengejar realisasi visinya, ia pun membuka diri untuj bekerjasama dengan berbagai pihak. Akademisi, lembaga swadaya masyarakat, media, untuk mendapatkan masukan dan saran dalam menjalankan tanggung jawabnua sebagai manajer di desanya.
Sebagai manajer, lanjut Jajang. Ia tentu saja harus memahami sekecil apapun permasalahan desa, dan sebesar apapum potensinya.
Salah satunya adalah Potensi anggaran desa. Baik melalui dana desa pusat, daerah maupun pendanaan dari provinsi yang bisa ia serap.

BACA:

Bumdes “Berbudi” Desa Dayeuhkolot Subang Gandeng Disparpora Kembangkan Curug Goong

Lebih jauh jajang menjelaskan sedikit tentang cerita nyentrik desa ini. Salah satunya adalah “Cijapati“. Sebelum seperti sekarang ini, Cijapati sempat terkenal dengan warung remang desa dengan suguhan nilai negatif, namun seiring dengan waktu dan resolusi yang dilakukan pada waktu itu, hari ini Cijapati berubah menjadi kawasan pertanian yang menjanjikan.
“Cerita Cijapati tentu saja nyentrik, karena dulu waktu saya menjabat kendati ceritanya negatif akibat kegiatan warung remang yang meresahkan masyarakat, namun dampaknya hari ini siapa yang tidak tahu Cijapati,” ungkapnya.
Kini, Cijapati menjelma menjadi kawasan industri pertanian. Diwilayah tersebut, para petani masih melakukan kegiatan produksi. Juga, sebagai produsen pupuk organik yang memanfaatkan peternakan di sekitarnya.
“Cijapati juga menjadi alternatif perjalanan wisata ke garut, tasik, pangandaran dan daerah lain di timur bandung. Namun, karena penataan yang dulu sempat saya rencanakan akibat terhenti jadi kades,” ungkapnya.
Ia meyakini dengan konsep pembangunan yang jelas perencanaan yang terukur, dan pelaksanaan yang teratur desanya mampu menjelma menjadi desa unggul.***
Penulis: Andi Rohendi