Tiga Kampung di Cianjur Terancam Bencana Longsor dan Pergerakan Tanah

64
Kampung
Foto Dokumentasi Beni MI.
CIANJUR,jawabarat.indeksnews.com_ Tiga kampung di Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diterjang bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor dan pergeseran tanah.

Informasi yang dihimpun, akibat bencana hidrometeorologi tersebut, terjadi pada Rabu (02/12/20) kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB sore, saat itu cuaca ekstrem turun hujan deras dibarengi angin. Puluhan bangunan rumah warga di tiga kampung, terancam dan beberapa fasilitas lainnya rusak berat.

Wilayah yang paling terdampak bencana longsor dan pergerakan tanah, berada di Kampung Cikaung RT 004/005, Kampung Walagar RT 003/005, dan Kampung Kereman RT 001/003. Paling terancam berada di titik Kampung Cikaung, bencana tanah longsor dan pergeseran tanah mengakibatkan 35 rumah yang dihuni 104 jiwa.

“Satu buah bangunan musala dan pabrik penggiling padi terdampak. Selain itu, lahan sawah seluas lebih kurang 5 hektare rusak berat karena tertimbun material tanah longsor,” ujar Asep Juanda Kepala Desa Sukabungah, Kamis (03/12/20) kemarin.

Bencana tanah longsor juga terjadi di Kampung Walagar RT 003/005, tepatnya di salah satu rumah warga. Sedangkan di Kampung Kereman RT 001/003, infrastruktur jembatan kondisinya rusak berat karena terputus.

“Kejadiannya Rabu siang saat hujan deras. Dari hasil pendataan di lapangan, bencana berdampak terhadap permukiman warga dan beberapa fasilitas dan infrastruktur jembatan,” kata Asep Juanda.

Kampung
Foto Dokumentasi Lokasi Longsor dan Pergerakan Tanah di Kabupaten Cianjur (Beni/MI)k

Asep menjelaskan atas kejadian bencana hidrometeorologi tersebut, tidak ada korban jiwa ataupun luka. Namun kerugian material bangunan rumah diperkirakan Rp 800 juta. Saat ini Tim Gabungan fokus pada evakuasi warga yang terdampak.

“Tidak ada korban jiwa ataupun luka, kerugian ditaksir kurang lebih Rp 800 juta. Kejadian bencana ini sudah dilaporkan ke BPBD maupun ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan,” tandas Asep.

BACA JUGA:  Pemkab Sukabumi Berikan Kartu Sehat Pers

Sementara itu Penjabat sementara Bupati Cianjur, Dudi Sudrajat Abdurachmin, meminta dan menghimbau kepada warga yang ada di tiga desa, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi bersamaan tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini.

Utamanya kewaspadaan harus lebih ditingkatkan di wilayah selatan, dimana notabene kondisi kortur geografisnya rawan kebencanaan,” kata Dudi Sudrajat.

Sejauh ini, Pemkab Cianjur dalam penanganan bencana di relatif terkoordinasi dengan baik. Apalagi selama ini penanganan bencana dibantu Tim Relawan Tangguh Bencana (Retana) yang sudah terbentuk di setiap kecamatan hingga ke desa.

“Semua elemen dari berabagai relawan, akan siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur,” pungkas Dudi Sudrajat.**

Sumber : mediaindonesia.com