Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 miliar

310

Tim sinergi Gabungan Koarmada I TNI AL; Lantamal II Jakarta, Lanal Bandung, Dit Polair Jabar dan BKIPM Bandung, berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp 33 miliar pada Senin (26/8/2019) sekitar pukul 22.30 WIB

SUKABUMI | Penyelundupan benih ikan lobster oleh kurir berinisial RD (35) yang rencana dikirim ke Negara Singapura ditangkap tim gabungan saat perjalanan di Jalan Simpenan, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Informasi yang dirangkum, Pelaku membawa sebanyak 11 karung benih ikan lobster yang sudah dikemas tersebut menggunakan mobil jenis Avanza Nopol F 1322 VC.

Loading...

“Tim gabungan berhasil menyelamatkan  jenis lobster pasir sejumlah 214.350 ekor atau senilai Rp32.152.500.000 dan jenis mutiara sebanyak 5.000 ekor atau senilai Rp1.000.000.000,”ungkap Kepala BK IPM Bandung Dedy Arif H, saat dikomfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (01/09).Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 33 miliar 1

Benih lobster jenis pasir dan mutiara itu dibawa tersangka berasal dari penangkapan di Pantai Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi. Rencananya, benih lobster itu akan dibawa ke Cisolok, Sukabumi sebelum akhirnya selundupkan ke Singapura. Jumlah 11 Kantong besar yang didalamnya terdapat total 876 kantong plastik kecil beroksigen.

“Memang barang ini akan dikirim ke luar negeri, sehingga barangnya pun banyak,”jelasnya.

Potensi kerugian dari aksi penyelundupan benih ikan ini adalah terancamnya populasi lobster sebagai kedaulatan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

“Ini merupakan penangkapan terbanyak se Jawa Barat selama tahun ini,” kata Dedy.

Sanksi pidana sesuai Undang undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda palmg banyak Rp1.500.000.000.

Sebagai tindak lanjut penanganan kasus tersebut akan dilakukan penyidikan oleh Dit Polair Polda jabar dan terhadap barang bukti berupa benih lobster akan dilepasliarkan pada Rabu, 28 Agustus 2019 jam 06.00 di perairan sekitar pantai selatan daerah Cilacap.

BACA JUGA:  Daerah Saluran Irigasi Jaya Mekar Amblas, Mengakibatkan Lumpuhnya Pertanian

“Modus pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku dikenakan sanksi pidana sesuai Undang-undang No. 31 Tahun 2004 sebagaimana diubah menjadi Undang-undang No. 45 Tahun 2009 tentang perikanan pasal 88 dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah),” tandasnya.(FKR)

loading...